Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kota Jakarta Pusat tahun 2025 sebesar 4,70 persen. Angka ini naik sedikit sebesar 1,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan jumlah penduduk miskin sebanyak 730 jiwa menjadi total 43.060 jiwa. Secara nasional, angka ini menempatkan wilayah pada peringkat 442 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Nias 2016-2025)
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Angka terendah tercatat pada tahun 2005 sebesar 3,17 persen, sedangkan angka tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 4,94 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 55,21 persen, dan pertumbuhan terendah pada tahun 2005 sebesar minus 18,93 persen.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir mencapai 4,67 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 4,77 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser dari posisi 494 pada tahun 2018, perlahan berubah peringkat hingga berada di posisi 442 pada tahun 2025. Pergerakan peringkat ini sejalan dengan perubahan angka kemiskinan yang tercatat setiap semester.
Kota Jakarta Barat
Berada di peringkat 477 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 3,91 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 106.390 jiwa dengan perubahan sedikit turun sebesar 0,08 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan berada pada angka 707,67 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 269,43 juta rupiah per tahun yang tumbuh 6,46 persen.
Kota Jakarta Selatan
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Buru Selatan | 2010 - 2025)
Peringkat 495 nasional menjadi posisi persentase kemiskinan wilayah ini dengan angka 3,23 persen. Angka kemiskinan naik sedikit sebesar 6,60 persen pada tahun terakhir, dengan total penduduk miskin sebanyak 75.660 jiwa. Pendapatan per kapita mencapai 409,07 juta rupiah per tahun yang tumbuh 7,33 persen, sementara garis kemiskinan tercatat 959,13 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kota Jakarta Timur
Persentase kemiskinan tercatat 3,94 persen dengan peringkat 476 secara nasional. Angka ini turun sedikit sebesar 3,67 persen pada tahun terakhir, dengan total penduduk miskin 117.400 jiwa. Garis kemiskinan wilayah berada pada 720,81 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 218,52 juta rupiah per tahun yang tumbuh 6,86 persen.
Kota Jakarta Utara
Berada di peringkat 360 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 6,33 persen. Angka ini turun sedikit sebesar 1,71 persen pada tahun terakhir, dengan total penduduk miskin sebanyak 119.020 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 392,51 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan tercatat 736,42 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Kepulauan Seribu
Peringkat 139 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 12,37 persen. Angka kemiskinan turun sedikit sebesar 5,07 persen pada tahun terakhir, dengan total penduduk miskin 3.350 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 801,73 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 256,17 juta rupiah per tahun.