Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Jakarta Pusat semester 2025 sebesar 4,70 persen. Angka ini naik sedikit 0,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan 730 jiwa penduduk miskin sehingga total mencapai 43.060 jiwa. Saat ini wilayah ini berada di peringkat 442 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas Utara | 2015 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Nilai terendah tercatat pada tahun 2005 sebesar 3,17 persen, sedangkan nilai tertinggi terjadi pada tahun 2021 sebesar 4,94 persen. Rata-rata 3 tahun terakhir berada di angka 4,67 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 4,77 persen.
Pertumbuhan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2006 dengan kenaikan 55,21 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2005 sebesar 18,93 persen. Peringkat nasional wilayah ini sempat menempati urutan 494 pada tahun 2017 dan 2018, sebelum perlahan bergeser membaik hingga posisi 442 pada tahun 2025.
Kota Jakarta Barat
Berada di peringkat 477 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 3,91 persen dengan penurunan sedikit 0,76 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 106.390 jiwa, garis kemiskinan berada pada 707,67 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 269,43 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 6,46 persen.
Kota Jakarta Selatan
Peringkat 495 nasional menjadi posisi terbaik seluruh DKI Jakarta untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 3,23 persen yang naik sedikit 6,60 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin sebanyak 75.660 jiwa, garis kemiskinan berada di 959,13 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini mencapai 409,07 juta rupiah per tahun, menempati urutan 6 tertinggi seluruh Indonesia.
(Baca: 4,71% Penduduk di Kota Binjai Masuk Kategori Miskin)
Kota Jakarta Timur
Dengan persentase kemiskinan 3,94 persen dan peringkat 476 nasional, wilayah ini mencatatkan penurunan sedikit 3,67 persen pada angka kemiskinan periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 117.400 jiwa, garis kemiskinan tercatat 720,81 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 218,52 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 6,86 persen.
Kota Jakarta Utara
Peringkat 360 nasional untuk persentase kemiskinan, angka di wilayah ini tercatat 6,33 persen dengan penurunan sedikit 1,71 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 119.020 jiwa, garis kemiskinan berada pada 736,42 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 392,51 juta rupiah per tahun, menempati urutan 9 tertinggi seluruh Indonesia.
Kabupaten Kepulauan Seribu
Berada di peringkat 139 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,37 persen dengan penurunan sedikit 5,07 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin sebanyak 3.350 jiwa, garis kemiskinan tercatat 801,73 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 256,17 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan turun 8,92 persen tahun ini.