Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat periode semester 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 8,44 persen, turun sedikit 0,71 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin bertambah 230 jiwa menjadi total 46.820 jiwa pada tahun ini. Wilayah ini menempati peringkat 6 tingkat Pulau Kalimantan, dan peringkat 270 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Harga Beras Kualitas Bawah II (Per Kg) di Pasar Modern di Kalimantan Barat | 2026)
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan nilai 20,76 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2006 sebesar 7,96 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi tahun 2007 sebesar 13,58 persen. Peringkat nasional wilayah ini bergeser dari urutan 182 pada tahun 2004 menjadi urutan 270 saat ini.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Ketapang berada di angka 8,73 persen. Angka ini lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 9,14 persen. Sepanjang dua dekade terakhir, hanya terjadi kenaikan persentase kemiskinan pada 7 tahun dari total 21 tahun periode pengamatan data.
Perbandingan Dengan Kabupaten Tetangga Di Kalimantan Barat
Diantara enam kabupaten dengan nilai kemiskinan berdekatan di Kalimantan Barat, Kabupaten Ketapang menempati posisi tengah. Hanya Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Landak yang memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi dibanding wilayah ini. Sementara empat kabupaten lain mencatatkan persentase kemiskinan dibawah nilai Kabupaten Ketapang tahun 2025.
Kabupaten Kapuas Hulu
Berada di peringkat 333 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 6,86 persen dengan penurunan sebesar 7,3 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.470 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 57,84 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 579,45 ribu rupiah per kapita setiap bulan.
Kabupaten Kayong Utara
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lamongan | 2004 - 2025)
Peringkat 257 nasional, angka kemiskinan berada di 8,75 persen atau sedikit lebih tinggi dibanding Kabupaten Ketapang. Pendapatan per kapita tercatat 46,49 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,69 persen. Garis kemiskinan wilayah ini adalah 404,38 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadikannya yang terendah diantara kelompok kabupaten perbandingan ini.
Kabupaten Landak
Menempati urutan 250 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 8,90 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.340 jiwa, berada sedikit dibawah jumlah penduduk miskin Kabupaten Ketapang. Pendapatan per kapita masyarakat adalah 38,35 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 497,26 ribu rupiah per kapita setiap bulan.
Kabupaten Melawi
Pada peringkat 194 nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan tertinggi di kelompok perbandingan yaitu 10,51 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 23.360 jiwa. Pendapatan per kapita hanya mencapai 31,66 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah dari seluruh kabupaten pada daftar perbandingan ini. Garis kemiskinan sebesar 682,63 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Sambas
Berada di peringkat 358 secara nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan terendah di kelompok ini yaitu 6,37 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 35.070 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 46,82 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 542,37 ribu rupiah per kapita setiap bulan.
Kabupaten Sintang
Peringkat 290 nasional untuk indikator kemiskinan, angka persentase tercatat 7,93 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.020 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 50,21 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tertinggi di kelompok ini yaitu 8,76 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 684,40 ribu rupiah per kapita setiap bulan.