Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Balikpapan tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin sedikit turun menjadi 2,23 persen dari 2,31 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.530 orang, sedangkan total penduduk Kota Balikpapan naik menjadi 746.804 jiwa dengan pertumbuhan 1,83 persen. Pertumbuhan persentase kemiskinan mengalami penurunan turun 3,46 persen.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Gianyar pada 2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan Kota Balikpapan tertinggi pada tahun 2010 sebesar 4,07 persen dan terendah pada tahun 2024 sebesar 2,23 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada 2013 (-25,08 persen) dan tertinggi pada 2010 (13,69 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 2,33 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 2,49 persen. Kota Balikpapan berada di urutan ke-513 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan paling rendah.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota tetangga di Kalimantan Timur, Kota Balikpapan memiliki persentase kemiskinan paling rendah. Ketika Balikpapan mencapai 2,23 persen, Kabupaten Berau sebesar 5,08 persen, Kota Bontang 3,74 persen, dan Kota Samarinda 4,3 persen. Semua tetangga tersebut mengalami penurunan pertumbuhan kemiskinan yang lebih besar daripada Balikpapan, dengan Kota Samarinda memiliki penurunan terbesar turun 10,6 persen.
Kabupaten Berau
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Manggarai Periode 2004 - 2024)
Terletak di urutan ke-439 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin sebesar 12.350 orang dari total penduduk 288.943 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp731,25 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp194,08 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan mengalami penurunan turun 8,3 persen, yang lebih besar dibandingkan penurunan di Kota Balikpapan. Jumlah penduduknya tumbuh sebesar 4,6 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk Balikpapan sebesar 1,83 persen.
Kota Bontang
Berada di urutan ke-491 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kota Bontang memiliki jumlah penduduk miskin sebesar 7.110 orang dari total penduduk 190.621 jiwa. Garis kemiskinan di sini mencapai Rp801,95 ribu per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp363,37 juta per tahun, yang merupakan tertinggi di antara tetangga Balikpapan. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun turun 9 persen, penurunan yang lebih signifikan daripada Balikpapan. Pertumbuhan penduduknya sebesar 1,69 persen, sedikit lebih rendah dari Balikpapan.
Kota Samarinda
Terletak di urutan ke-468 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kota Samarinda memiliki jumlah penduduk miskin sebesar 37.800 orang dari total penduduk 868.499 jiwa, yang merupakan jumlah penduduk miskin terbanyak di antara tetangga Balikpapan. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp877,95 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp114,69 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan mengalami penurunan turun 10,6 persen, yang merupakan penurunan terbesar di antara ketiga tetangga Balikpapan. Pertumbuhan penduduknya sebesar 1,42 persen, lebih rendah dari Balikpapan.