Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Persentase penduduk miskin naik sedikit menjadi 5,25 persen, dari 5,21 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 19.470 orang, dari total penduduk 416.300 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan sebesar 0,77 persen, dengan rank se-Indonesia ke-433 dan rank di Kalimantan ke-30.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Data historis kemiskinan Kabupaten Kapuas periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2005 (10,98 persen) dan terendah di 2020 (5,04 persen). Pertumbuhan terendah terjadi di 2009 (-23,15 persen) dan tertinggi di 2005 (3,49 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 5,32 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 5,27 persen. Data 2024 berada sedikit di bawah rata-rata 3 tahun dan mendekati rata-rata 5 tahun. Rank se-Indonesia naik dari 441 di 2023 ke 433 di 2024.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Kalimantan Tengah, persentase kemiskinan Kabupaten Kapuas (5,25 persen) lebih tinggi dari Barito Selatan (4,83 persen), Pulang Pisau (4,56 persen), dan Sukamara (4,14 persen). Namun, lebih rendah dari Barito Utara (5,67 persen), Katingan (5,26 persen), dan Kota Waringin Timur (5,66 persen). Jumlah penduduk miskin Kapuas (19.470 orang) hanya kalah dari Kota Waringin Timur (26.690 orang) di antara tetangga tersebut.
Kabupaten Barito Selatan
Berada di urutan 448 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (4,83 persen), dengan jumlah penduduk miskin 6.870 orang dari total 136.856 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 542,08 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,77 persen. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 65,48 juta rupiah per tahun, naik sedikit sebesar 3,99 persen. Jumlah penduduk tumbuh sebesar 1,36 persen, membuat proporsi penduduk miskin terjaga tetap rendah dibandingkan Kabupaten Kapuas, meskipun total penduduknya lebih kecil.
Kabupaten Barito Utara
Urutan 414 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (5,67 persen), dengan jumlah penduduk miskin 7.600 orang dari 158.514 jiwa total. Garis kemiskinan mencapai 628,43 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 6,36 persen. Pendapatan per kapita sebesar 86,33 juta rupiah per tahun, sedikit turun 2,21 persen. Meskipun persentase kemiskinan lebih tinggi dari Kapuas, jumlah penduduk miskinnya lebih kecil karena total penduduknya lebih sedikit, menunjukkan bahwa proporsi miskin yang lebih tinggi tidak selalu berarti jumlah miskin yang lebih besar.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perdesaan Periode 2013-2025)
Kabupaten Katingan
Berada di urutan 432 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (5,26 persen), hanya sedikit lebih tinggi dari Kabupaten Kapuas. Jumlah penduduk miskin mencapai 9.550 orang dari total 179.950 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 615,58 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,41 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 67,94 juta rupiah per tahun, tumbuh 6,97 persen. Jumlah penduduk tumbuh sebesar 3,33 persen, membuat proporsi miskin hampir sama dengan Kapuas meskipun total penduduknya lebih kecil.
Kabupaten Kota Waringin Timur
Urutan 416 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (5,66 persen), dengan jumlah penduduk miskin terbesar di antara tetangga Kapuas yaitu 26.690 orang dari total 443.033 jiwa. Garis kemiskinan mencapai 572,83 ribu rupiah per kapita per bulan, tumbuh 4,69 persen. Pendapatan per kapita sebesar 84,77 juta rupiah per tahun, naik sedikit sebesar 7,56 persen. Jumlah penduduk tumbuh sebesar 2,16 persen, yang membuat jumlah penduduk miskinnya lebih besar dari Kapuas meskipun persentase kemiskinan hanya sedikit lebih tinggi.
Kabupaten Pulang Pisau
Berada di urutan 457 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (4,56 persen), salah satu yang terendah di antara tetangga Kapuas. Jumlah penduduk miskin mencapai 5.910 orang dari total 142.925 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 542,35 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,96 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 54,91 juta rupiah per tahun, tumbuh 8,46 persen. Jumlah penduduk tumbuh sebesar 2,76 persen, menunjukkan bahwa meskipun pendapatan per kapita relatif rendah, proporsi penduduk miskin tetap terjaga karena pertumbuhan penduduk yang stabil.
Kabupaten Sukamara
Urutan 474 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (4,14 persen), yang terendah di antara tetangga Kapuas. Jumlah penduduk miskin hanya 2.900 orang dari total 66.118 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 676,78 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 4,36 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 95,83 juta rupiah per tahun, tumbuh 7,82 persen. Jumlah penduduk tumbuh sebesar 4,88 persen, yang membuat proporsi penduduk miskin sangat rendah karena pendapatan per kapita yang tinggi dibandingkan tetangga lainnya.