Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan semester 2025. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 7,68 persen, turun 0,58 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.740 jiwa, berkurang 1.060 jiwa dibandingkan catatan tahun 2024.
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 12,34 persen. Angka terendah sepanjang periode tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi 2006 sebesar 18,54 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi 2024 sebesar 10,02 persen. Saat ini wilayah ini berada di peringkat 300 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kota Tidore Kepulauan | 2024)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 8,37 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 8,78 persen. Angka tahun 2025 lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Peringkat nasional wilayah ini bergeser dari urutan 274 pada 2023, menjadi 299 pada 2024, dan tetap stabil di urutan 300 pada tahun ini.
Kabupaten Barru
Berada di peringkat 289 nasional untuk persentase kemiskinan, angka tercatat 8 persen dengan penurunan sedikit sebesar 3,73 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.130 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 426,79 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 56,39 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Maros
Peringkat 250 secara nasional, persentase kemiskinan berada di angka 8,9 persen dengan penurunan sedikit 4,51 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 32.670 jiwa, menjadi jumlah tertinggi diantara kelompok kabupaten perbandingan ini. Garis kemiskinan tercatat 560,17 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 71,36 juta rupiah per tahun.
Kota Palopo
(Baca: Harga Pakaian dan Alas Kaki di Tanjung Selor Bulan Juni Naik 0,75%)
Dengan peringkat 320 nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,18 persen, mengalami penurunan sedikit 2,31 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.310 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini berada di 481,36 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 59,37 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pinrang
Berada di urutan 274 seluruh Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 8,38 persen dengan penurunan sedikit 1,99 persen tahun berjalan. Jumlah penduduk miskin tercatat 32.520 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 426,62 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 66,89 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sinjai
Peringkat 308 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, angka tercatat 7,41 persen dengan penurunan sedikit 5,24 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.440 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 426,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 64,46 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Takalar
Berada di peringkat 313 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,27 persen mengalami penurunan sedikit 6,19 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 22.170 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini 475,86 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita terendah di kelompok ini yaitu 44,81 juta rupiah per tahun.