817 Titik Panas Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Jumat, 24 Oktober 2025)

1
Irfan Fadhlurrahman 24/10/2025 11:53 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 817 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 337 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Jumat (24/10/2025) pukul 11.53 WIB. Dari 817 titik panas terdeteksi, 13 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 702 titik skala sedang, dan 102 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Ada 2 Ribu Bencana Alam di Indonesia pada 2024, Banjir Mendominasi)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur sebanyak 442 titik. Sulawesi Tenggara menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 107 titik. Nusa Tenggara Barat berada di posisi ketiga sebanyak 94 titik panas.

Sebanyak 39 titik panas terdeteksi di Maluku, Sulawesi Tengah menyusul dengan 26 titik panas, serta Sulawesi Selatan dan Kalimantan Tengah masing-masing memiliki 26 dan 19 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Ada 1,7 Ribu Bencana Alam di Indonesia hingga Awal Juni 2023, Mayoritas Banjir)

Data Populer

Loading...