Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Padang Panjang tahun 2024 menunjukkan persentase penduduk miskin naik sedikit dari 5,24 persen (2023) menjadi 5,31 persen. Jumlah penduduk miskin bertambah 70 orang menjadi 3.060 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik 1.827 orang menjadi 63.386 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan sebesar 1,34 persen, dengan rank seindonesia di urutan 429 dan rank pulau Sumatera 133.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Analisis data historis 2004-2024 menunjukkan rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 5,23 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 5,40 persen. Persentase kemiskinan terendah terjadi di 2004 (3,71 persen), sedangkan tertinggi di 2008 (8,24 persen). Pertumbuhan tertinggi di 2008 (58,77 persen), terendah di 2012 (-10,34 persen). Rank seindonesia berfluktuasi dari 407 (2004) ke 429 (2024), dengan pergeseran naik turun setiap tahun.
Perbandingan dengan kabkota tetangga di Sumatera Barat menunjukkan Kota Padang Panjang punya persentase kemiskinan 5,31 persen, lebih tinggi dari Kota Pariaman (4,26 persen) dan Kabupaten Tanah Datar (4,28 persen), tapi lebih rendah dari Kabupaten Padang Pariaman (6,27 persen). Jumlah penduduk miskinnya paling sedikit di antara tetangga, hanya 3.060 orang, jauh lebih rendah dari Kabupaten Padang Pariaman (26.760 orang).
Kabupaten Dharmasraya
Persentase kemiskinan sebesar 5,32 persen, sedikit lebih tinggi dari Kota Padang Panjang, dengan jumlah penduduk miskin 15.250 orang dan pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 1,55 persen. Rank seindonesia di urutan 372, lebih baik dibanding Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk mencapai 240.159 jiwa, dengan pertumbuhan 2,41 persen. Pendapatan per kapita sebesar 58,71 juta rupiah per tahun, lebih tinggi dari Kabupaten Padang Pariaman. Garis kemiskinan sebesar 622,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 7,08 persen, yang merupakan salah satu tertinggi di antara tetangga.
Kabupaten Padang Pariaman
Persentase kemiskinan tertinggi di antara tetangga sebesar 6,27 persen, dengan jumlah penduduk miskin 26.760 orang, yang merupakan jumlah terbesar di antara kabkota tetangga. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 0,63 persen, rank seindonesia di urutan 264. Jumlah penduduk mencapai 457.532 jiwa, dengan pertumbuhan 1,44 persen. Pendapatan per kapita sebesar 58,39 juta rupiah per tahun, lebih rendah dari Kota Pariaman. Garis kemiskinan sebesar 580,39 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,88 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lampung Utara Periode 2004 - 2024)
Kota Pariaman
Persentase kemiskinan terendah di antara tetangga sebesar 4,26 persen, dengan jumlah penduduk miskin 4.010 orang, pertumbuhan kemiskinan naik sedikit sebesar 2,56 persen. Rank seindonesia di urutan 501, lebih rendah dibanding Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk mencapai 102.765 jiwa, dengan pertumbuhan 3,3 persen. Pendapatan per kapita tertinggi di antara tetangga sebesar 69,17 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 4,48 persen. Garis kemiskinan sebesar 609,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,7 persen.
Kota Payakumbuh
Persentase kemiskinan sebesar 5,19 persen, sedikit lebih rendah dari Kota Padang Panjang, dengan jumlah penduduk miskin 7.620 orang, pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 3,3 persen. Rank seindonesia di urutan 475, lebih baik dibanding Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk mencapai 147.963 jiwa, dengan pertumbuhan 2,24 persen. Pendapatan per kapita sebesar 64,21 juta rupiah per tahun, kedua tertinggi di antara tetangga. Garis kemiskinan sebesar 648,23 ribu rupiah per kapita per bulan, yang merupakan tertinggi di antara tetangga, dengan pertumbuhan 5,17 persen.
Kabupaten Sawahlunto/sijunjung
Persentase kemiskinan sebesar 5,78 persen, lebih tinggi dari Kota Padang Panjang, dengan jumlah penduduk miskin 14.990 orang, pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 0,2 persen. Rank seindonesia di urutan 377, lebih baik dibanding Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk mencapai 245.936 jiwa, dengan pertumbuhan 1,55 persen. Pendapatan per kapita sebesar 50,61 juta rupiah per tahun, yang merupakan terendah di antara tetangga. Garis kemiskinan sebesar 565,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,73 persen.
Kabupaten Tanah Datar
Persentase kemiskinan sebesar 4,28 persen, hampir sama dengan Kota Pariaman dan menjadi yang terendah kedua di antara tetangga, dengan jumlah penduduk miskin 15.000 orang, pertumbuhan kemiskinan naik sedikit sebesar 2,95 persen. Rank seindonesia di urutan 376. Jumlah penduduk mencapai 382.333 jiwa, dengan pertumbuhan 1,06 persen, yang merupakan terendah di antara tetangga. Pendapatan per kapita sebesar 45,07 juta rupiah per tahun, lebih rendah dari semua tetangga. Garis kemiskinan sebesar 554,67 ribu rupiah per kapita per bulan, yang merupakan terendah di antara tetangga, dengan pertumbuhan 7,58 persen.