Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Padang Panjang tahun 2024, di mana persentase penduduk miskin naik sedikit dari 5,24 persen tahun sebelumnya menjadi 5,31 persen. Jumlah penduduk miskin juga naik sedikit dari 2.990 orang menjadi 3.060 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan mencapai 63.386 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan sebesar 1,34 persen, dengan urutan ke-429 nasional dan ke-133 di Pulau Sumatera.
Data historis kemiskinan Kota Padang Panjang periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2008 (8,24 persen) dan terendah di 2004 (3,71 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2008 (58,77 persen) dan terendah di 2012 (-10,34 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 5,23 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang 5,37 persen. Rank nasional Kota Padang Panjang cenderung berada di urutan 400-an, dengan pergeseran naik turun seperti di 2022 ke rank 444, lalu naik ke 438 di 2023 dan turun ke 429 di 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Jakarta Timur Periode 2004 - 2024)
Kota Padang Panjang memiliki persentase kemiskinan 5,31 persen, sedikit lebih tinggi dari Kota Payakumbuh (5,19 persen) dan Kota Pariaman (4,26 persen), tetapi lebih rendah dari sebagian kabkota lain di Sumatera Barat. Jumlah penduduk miskinnya (3.060 orang) adalah yang paling rendah di antara kabkota tetangga, sementara jumlah penduduk keseluruhan juga termasuk yang terkecil.
Kabupaten Dharmasraya
Berada di urutan ke-428 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 5,32 persen yang sedikit lebih tinggi dari Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 15.250 orang, dengan pertumbuhan menurun sedikit turun 1,55 persen tahun ini. Penduduk keseluruhan berjumlah 240.159 jiwa, dengan pendapatan per kapita sebesar Rp58,71 juta per tahun dan garis kemiskinan Rp622,19 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 7,08 persen, yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata kabkota tetangga.
Kabupaten Padang Pariaman
Urutan ke-391 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka 6,27 persen yang menjadi tertinggi di antara kabkota tetangga Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 26.760 orang, dengan pertumbuhan menurun sedikit turun 0,63 persen. Penduduk keseluruhan berjumlah 457.532 jiwa, yang merupakan yang terbesar di kelompok ini. Pendapatan per kapita sebesar Rp58,39 juta per tahun, dan garis kemiskinan Rp580,39 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan 5,88 persen.
Kota Pariaman
(Baca: Volume Ekspor Mesin Kantor dan Pengolah Data Provinsi Kep. Riau Januari 2026)
Berada di urutan ke-470 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini adalah 4,26 persen yang lebih rendah dari Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk miskinnya 4.010 orang, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 2,56 persen. Penduduk keseluruhan berjumlah 102.765 jiwa, dengan pendapatan per kapita tertinggi di kelompok ini sebesar Rp69,17 juta per tahun. Garis kemiskinan di sini sebesar Rp609,29 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,70 persen.
Kota Payakumbuh
Urutan ke-435 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka 5,19 persen yang sedikit lebih rendah dari Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk miskinnya 7.620 orang, dengan pertumbuhan menurun sedikit turun 3,30 persen. Penduduk keseluruhan berjumlah 147.963 jiwa, dengan pendapatan per kapita Rp64,21 juta per tahun. Garis kemiskinan sebesar Rp648,23 ribu per kapita per bulan, yang merupakan tertinggi di kelompok ini dengan pertumbuhan 5,17 persen.
Kabupaten Sawahlunto/sijunjung
Urutan ke-408 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka 5,78 persen yang lebih tinggi dari Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk miskinnya 14.990 orang, dengan pertumbuhan menurun sedikit turun 0,20 persen. Penduduk keseluruhan berjumlah 245.936 jiwa, dengan pendapatan per kapita Rp50,61 juta per tahun. Garis kemiskinan sebesar Rp565,07 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 6,73 persen.
Kabupaten Tanah Datar
Urutan ke-469 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka 4,28 persen yang lebih rendah dari Kota Padang Panjang. Jumlah penduduk miskinnya 15.000 orang, dengan pertumbuhan naik sedikit sebesar 2,95 persen. Penduduk keseluruhan berjumlah 382.333 jiwa, dengan pendapatan per kapita terendah di kelompok ini sebesar Rp45,07 juta per tahun. Garis kemiskinan sebesar Rp554,67 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan tertinggi di kelompok ini sebesar 7,58 persen.