Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Aceh Utara tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini berada di angka 14,27 persen, turun 1,84 poin dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 93.430 jiwa, berkurang 11.060 jiwa dari periode 2024.
(Baca: 14,84% Penduduk di Kabupaten Buru Selatan Masuk Kategori Miskin)
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2005 sebesar 35,14 persen. Tahun 2025 menjadi catatan persentase kemiskinan terendah sepanjang sejarah data. Penurunan pada tahun 2025 juga tercatat sebagai penurunan paling dalam, yaitu sebesar 11,42 persen.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 15,67 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 16,26 persen. Peringkat kemiskinan se-Indonesia untuk wilayah ini berada di urutan 93 dari total 514 kabupaten kota. Selama 21 tahun data, peringkat wilayah ini terus bergeser turun dari urutan 33 pada tahun 2004.
Kabupaten Nagan Raya
Berada di peringkat 81 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 15,42 persen dengan penurunan sebesar 8,97 persen tahun lalu. Terdapat 27.240 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 642,82 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 74,57 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Barat Daya
Peringkat 116 nasional mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 13,30 persen dengan penurunan 13,19 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.470 jiwa. Garis kemiskinan wilayah berada pada angka 525,95 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 35,88 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Rumah Ibadah : Pura (Hindu) di Kalimantan Utara | 2025)
Kota Sabang
Wilayah ini menempati peringkat 131 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan angka 12,75 persen dan penurunan 12,55 persen tahun lalu. Terdapat 4.550 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 736,96 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tercatat 44,82 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Barat
Menempati peringkat 80 nasional, persentase kemiskinan wilayah tercatat 15,50 persen dengan penurunan 11,93 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 34.550 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 652,01 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 71,02 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Simeulue
Peringkat 79 nasional menjadi urutan terbaik dari seluruh wilayah dalam daftar ini, dengan persentase kemiskinan sebesar 15,52 persen dan penurunan 12,27 persen tahun lalu. Terdapat 15.580 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Garis kemiskinan tercatat 586,51 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 34,33 juta rupiah per tahun.
Kota Subulussalam
Wilayah ini menempati peringkat 98 nasional, dengan persentase kemiskinan sebesar 13,88 persen dan penurunan paling dalam yaitu 15,26 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 11.950 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 514,37 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 29,50 juta rupiah per tahun.