Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Pekanbaru tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin sedikit turun dari 3,16 persen (2023) menjadi 3,15 persen. Jumlah penduduk miskin naik 500 orang menjadi 38.170 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik 22.388 jiwa menjadi 1.138.530 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun turun 0,32 persen, dan Kota Pekanbaru berada di peringkat 500 se-Indonesia untuk indikator ini.
(Baca: Desember 2025, Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan di Sulawesi Barat Rp.475,49 Ribu /Kapita/Bulan)
Data historis kemiskinan Kota Pekanbaru periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi di 2010 sebesar 4,20 persen, dan terendah di 2019 sebesar 2,52 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi di 2008 sebesar 62,05 persen, dan terendah di 2005 turun 43,91 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 3,09 persen, sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 2,97 persen.
Perbandingan dengan kabupaten/kota tetangga di Riau menunjukkan Kota Pekanbaru memiliki persentase kemiskinan 3,15 persen, sedikit lebih tinggi dibanding Kota Dumai (3,14 persen) tetapi jauh lebih rendah dibanding Kabupaten Indragiri Hulu (6,02 persen) dan Kabupaten Siak (5,08 persen). Jumlah penduduk miskin di Kota Pekanbaru (38.170 orang) lebih banyak dibanding Kota Dumai (10.020 orang) tetapi lebih sedikit dibanding Kabupaten Indragiri Hilir (41.050 orang).
Kota Dumai
Berada di peringkat 501 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan sebesar 3,14 persen, Kota Dumai memiliki jumlah penduduk miskin 10.020 orang, yang jauh lebih sedikit dibanding Kota Pekanbaru. Jumlah penduduk keseluruhan mencapai 349.389 jiwa dengan pertumbuhan 3,35 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar 158,15 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada di 631,65 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun turun 2,18 persen, menunjukkan upaya penurunan kemiskinan yang lebih signifikan dibanding Kota Pekanbaru.
Kabupaten Indragiri Hilir
(Baca: 6,72% Penduduk di Kabupaten Tulang Bawang Barat Masuk Kategori Miskin)
Peringkat 416 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan sebesar 5,66 persen, Kabupaten Indragiri Hilir memiliki jumlah penduduk miskin 41.050 orang, sedikit lebih banyak dibanding Kota Pekanbaru. Jumlah penduduknya 705.041 jiwa dengan pertumbuhan 2,14 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita sebesar 138,69 juta rupiah per tahun, dan garis kemiskinan sebesar 629,57 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit naik sebesar 0,35 persen, menunjukkan kondisi kemiskinan yang sedikit memburuk dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Indragiri Hulu
Berada di peringkat 400 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan tertinggi di antara kelompok ini sebesar 6,02 persen, Kabupaten Indragiri Hulu memiliki jumlah penduduk miskin 27.530 orang. Jumlah penduduk keseluruhan 482.445 jiwa dengan pertumbuhan 3,43 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakatnya sebesar 129,13 juta rupiah per tahun, yang lebih rendah dibanding Kota Pekanbaru, sedangkan garis kemiskinan sebesar 660,35 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun turun 0,66 persen, menunjukkan sedikit penurunan meskipun angka kemiskinan masih tinggi.
Kabupaten Siak
Peringkat 439 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan sebesar 5,08 persen, Kabupaten Siak memiliki jumlah penduduk miskin 26.720 orang. Jumlah penduduknya 487.673 jiwa dengan pertumbuhan 2,75 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita tertinggi di antara kelompok ini sebesar 250,38 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan sebesar 595,66 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan persentase kemiskinan sedikit turun turun 2,87 persen, menunjukkan penurunan yang lebih signifikan dibanding Kota Pekanbaru.