Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Lombok Barat semester 2025 sebesar 11,90 persen. Angka ini turun 0,75 persen dari tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 92.120 jiwa atau berkurang 4.450 jiwa dibandingkan periode 2024. Secara nasional kabupaten ini berada di peringkat 150 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mencatatkan nilai tertinggi pada tahun 2004 sebesar 31,87 persen, dan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008 dengan penurunan sebesar 10,36 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2015 dengan kenaikan sebesar 1,58 persen.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Jawa Tengah Desember 2025: Naik Jadi Rp.537,81 Ribu per Kapita/Bulan)
Ranking nasional persentase kemiskinan Kabupaten Lombok Barat mengalami pergeseran secara konsisten. Dari peringkat 47 pada tahun 2004, posisi wilayah ini bergeser secara bertahap hingga mencapai peringkat 150 pada tahun 2025. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 12,74 persen, lebih rendah 0,62 poin dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir yang tercatat 13,36 persen.
Kabupaten Bima
Berada di peringkat 134 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 12,59 persen dengan penurunan sebesar 9,29 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 66.810 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 465,48 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 28,32 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Dompu
Peringkat 168 nasional, persentase kemiskinan tercatat 11,15 persen dengan penurunan sedikit sebesar 3,80 persen periode terakhir. Terdapat 31.270 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, garis kemiskinan sebesar 484,33 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,11 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lombok Timur
(Baca: 3,89% Penduduk di Kota Madiun Masuk Kategori Miskin)
Memegang peringkat 108 nasional persentase kemiskinan dengan angka 13,53 persen dan penurunan sebesar 6,75 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 173.790 jiwa, merupakan angka tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dalam grup perbandingan ini. Garis kemiskinan tercatat 602,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 19,64 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lombok Utara
Peringkat 49 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka 20,74 persen, mencatatkan penurunan sebesar 13,44 persen pada periode terakhir. Terdapat 49.280 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 611,13 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 24,03 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sumbawa Barat
Berada di peringkat 174 nasional persentase kemiskinan dengan angka 10,98 persen, mengalami penurunan sebesar 10,22 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 19.460 jiwa, garis kemiskinan sebesar 629,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tertinggi di grup ini yaitu 236,19 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sumbawa
Peringkat 153 nasional persentase kemiskinan dengan angka 11,79 persen, mencatatkan penurunan sebesar 8,39 persen pada periode terakhir. Terdapat 58.230 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, garis kemiskinan sebesar 492,99 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 36,33 juta rupiah per tahun.