Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Lombok Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 11,90 persen, turun sebesar 0,75 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 92.120 jiwa, berkurang 4.450 jiwa dibandingkan periode 2024.
(Baca: Statistik PDRB ADHK Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Periode 2013-2025)
Data historis sejak 2004 menunjukkan persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada 2004 sebesar 31,87 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Selama 21 tahun pengamatan, hanya terjadi kenaikan persentase kemiskinan pada tahun 2015, 2021 dan 2023. Posisi ranking nasional saat ini berada di urutan 150 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini adalah 12,74 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir mencapai 13,15 persen. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tahun 2025 turun 5,93 persen menjadi penurunan terbesar sejak tahun 2022. Posisi ranking nasional mengalami pergeseran turun 1 peringkat dari tahun sebelumnya.
Di lingkungan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu wilayah dengan penurunan persentase kemiskinan konsisten. Dari 6 kabupaten dengan nilai kemiskinan berdekatan, hanya wilayah ini yang mencatatkan penurunan persentase kemiskinan di bawah 6 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Lombok Utara
Berada di peringkat 49 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 20,74 persen. Penurunan persentase kemiskinan mencapai 13,44 persen menjadi yang terbesar diantara seluruh kabupaten pembanding. Garis kemiskinan tercatat 611,13 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 24,03 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 49.280 jiwa.
Kabupaten Lombok Timur
Peringkat 108 nasional persentase kemiskinan dimiliki wilayah ini dengan nilai 13,53 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 173.790 jiwa, menjadi jumlah terbanyak diantara seluruh kabupaten yang dibandingkan. Garis kemiskinan berada di angka 602,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 19,64 juta rupiah per tahun. Penurunan persentase kemiskinan mencapai 6,75 persen pada periode terakhir.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Sukamara 4,47 Persen)
Kabupaten Bima
Wilayah ini menempati peringkat 134 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai 12,59 persen. Penurunan persentase kemiskinan mencapai 9,29 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 465,48 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 28,32 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 66.810 jiwa.
Kabupaten Sumbawa
Peringkat 153 nasional persentase kemiskinan tercatat pada wilayah ini dengan nilai 11,79 persen. Penurunan persentase kemiskinan mencapai 8,39 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 492,99 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 36,33 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 58.230 jiwa.
Kabupaten Dompu
Berada di peringkat 168 nasional persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki nilai 11,15 persen. Penurunan persentase kemiskinan mencapai 3,80 persen menjadi penurunan paling kecil diantara seluruh kabupaten pembanding. Garis kemiskinan tercatat 484,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 38,11 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 31.270 jiwa.
Kabupaten Sumbawa Barat
Wilayah ini menempati peringkat 174 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai 10,98 persen, menjadi persentase terendah diantara seluruh kabupaten pembanding. Penurunan persentase kemiskinan mencapai 10,22 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 629,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 236,19 juta rupiah per tahun.