Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Kutai Timur Naik 7,98% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 27/02/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur sebesar 7,98% pada 2025.

Angka tersebut naik 1,38% dari tahun sebelumnya sebesar 6,6%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,26%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kutai Timur lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kutai Timur yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 7,98% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Timur, PoU di Kabupaten Kutai Timur ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Berau (6,84%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Paser (11,06%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Timur pada 2025.

  1. Kabupaten Berau: 6,84%
  2. Kota Bontang: 7,6%
  3. Kabupaten Kutai Timur: 7,98%
  4. Kota Balikpapan: 8,24%
  5. Kabupaten Kutai Barat: 8,33%
  6. Kabupaten Penajam Paser Utara: 8,45%
  7. Kota Samarinda: 8,55%
  8. Kabupaten Kutai Kartanegara: 8,69%
  9. Kabupaten Mahakam Hulu: 9,02%
  10. Kabupaten Paser: 11,06%

(Baca: Negara dengan Populasi Terbanyak yang Tak Terhubung Internet Awal 2023, Ada Indonesia)

Data Populer

Loading...