Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Poso Naik 8,37% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah mencapai 8,37% pada 2025.
Angka tersebut naik 0,22% dari tahun sebelumnya sebesar 8,15%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,06%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Poso lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Poso yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,37% dari total penduduk.
Dibanding 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tengah, PoU di Kabupaten Poso ada di urutan ke-4. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Palu (6,41%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Banggai Kepulauan (19,4%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025.
- Kota Palu: 6,41%
- Kabupaten Morowali: 6,42%
- Kabupaten Morowali Utara: 7,4%
- Kabupaten Poso: 8,37%
- Kabupaten Parigi Moutong: 9,63%
- Kabupaten Banggai: 10,3%
- Kabupaten Buol: 10,33%
- Kabupaten Tojo Una Una: 12,38%
- Kabupaten Donggala: 12,44%
- Kabupaten Sigi: 13,33%
(Baca: Populasi Muslim Indonesia Terbanyak di Asia Tenggara, Berapa Jumlahnya?)