Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2025 sebesar 21,16 persen. Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 21,22 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 0,28 persen. Jumlah penduduk miskin wilayah ini berada di angka 21.420 jiwa, turun sebanyak 50 jiwa dari tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Nias | 2004 - 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatat nilai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 37,84 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2022 sebesar 21,19 persen. Posisi rank persentase kemiskinan se-Indonesia saat ini berada di urutan 46 dari total 514 kabupaten kota.
Pada 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 21,39 persen. Untuk periode 5 tahun terakhir rata-rata berada di angka 21,62 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah tercatat pada tahun 2011 turun 11,53 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2012 sebesar 4,21 persen.
Kabupaten Kepulauan Aru
Berada di urutan 40 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 23,10 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 22.250 jiwa dengan penurunan pertumbuhan sebesar 0,89 persen. Garis kemiskinan berada di angka 673,36 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan garis kemiskinan sebesar 4,54 persen. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat 46,19 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Maluku Tengah
Posisi rank persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 65, dengan angka kemiskinan 16,71 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 63.050 jiwa, menjadi jumlah tertinggi dibandingkan seluruh wilayah pembanding. Pendapatan per kapita tercatat 27,36 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan berada pada 643,10 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 5,43 persen, merupakan penurunan terbesar diantara semua wilayah pembanding.
(Baca: 5,86% Penduduk di Kabupaten Wajo Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Menempati urutan 38 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 23,38 persen. Angka ini menjadikan wilayah ini memiliki persentase kemiskinan tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Jumlah penduduk miskin tercatat 26.460 jiwa, dengan penurunan pertumbuhan persentase kemiskinan sebesar 1,18 persen. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 29,05 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Persentase kemiskinan tercatat 21,85 persen dengan posisi rank nasional urutan 44. Jumlah penduduk miskin mencapai 38.010 jiwa, dengan penurunan pertumbuhan persentase kemiskinan sebesar 2,06 persen. Garis kemiskinan wilayah ini tercatat 554,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 18,86 juta rupiah per tahun, menjadi nilai terendah diantara seluruh wilayah pembanding.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Berada di urutan 47 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 20,90 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 24.330 jiwa dengan penurunan pertumbuhan persentase kemiskinan sebesar 0,62 persen. Garis kemiskinan tercatat 524,88 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 25,24 juta rupiah per tahun.
Kota Tual
Posisi rank persentase kemiskinan se-Indonesia berada di urutan 55, dengan angka kemiskinan 19,39 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.940 jiwa, menjadi jumlah terendah dibandingkan seluruh wilayah pembanding. Garis kemiskinan wilayah ini mencapai 777,96 ribu rupiah per kapita per bulan, merupakan nilai tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 38,39 juta rupiah per tahun.