Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2025 berada pada angka 11,84 persen. Angka ini turun sedikit 0,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 105.260 jiwa, berkurang sebanyak 1.110 jiwa dari tahun 2024.
Selama periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatat nilai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 25,93 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini, dengan penurunan konsisten terjadi dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tercepat terjadi pada tahun 2008 sebesar 21,47 persen, sedangkan kenaikan tercepat terjadi pada tahun 2005 sebesar 11,13 persen.
(Baca: Harga Pakaian dan Alas Kaki di Kabupaten Ogan Komering Ilir Bulan April Naik 1,23%)
Secara peringkat nasional, Kabupaten Ogan Komering Ilir saat ini menempati urutan 152 dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Dalam kurun waktu 21 tahun data yang tercatat, peringkat wilayah ini pernah bergeser hingga posisi 109 pada tahun 2005, dan sempat menempati urutan 189 pada tahun 2008.
Kabupaten Empat Lawang
Wilayah ini menempati peringkat 196 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka 10,48 persen. Tercatat penurunan persentase kemiskinan sebesar 2,78 persen pada tahun terakhir, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 27.880 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini berada pada angka 440,41 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 21,15 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lahat
Peringkat 102 nasional menjadi catatan wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 13,69 persen. Penurunan angka kemiskinan berjalan 3,18 persen pada periode terakhir, dengan jumlah penduduk miskin 58.660 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 71,12 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan pada 606,88 ribu rupiah per kapita setiap bulannya.
Kota Lubuk Linggau
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Kediri Rp.34,5 Juta)
Wilayah perkotaan ini menempati urutan 195 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka 10,49 persen. Terjadi penurunan sebesar 5,83 persen angka kemiskinan pada tahun terakhir, menjadi salah satu penurunan tercepat di kelompok wilayah ini. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 37,69 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan pada angka 632,78 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Musi Rawas
Menempati peringkat 133 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat sebesar 12,67 persen. Penurunan angka kemiskinan terjadi sebesar 5,73 persen pada periode terakhir, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 54.700 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan pada 616,30 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 65,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Ogan Ilir
Wilayah yang bertetangga langsung ini menempati peringkat 155 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 11,69 persen. Terjadi penurunan sebesar 4,96 persen angka kemiskinan pada tahun terakhir, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 53.210 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat berada pada angka 37,00 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 614,66 ribu rupiah per kapita setiap bulannya.
Kabupaten Musi Rawas Utara
Menempati peringkat 82 secara nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan sebesar 15,25 persen. Penurunan angka kemiskinan tercepat di kelompok ini tercatat di wilayah ini sebesar 12,26 persen pada periode terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 50,16 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan pada angka 666,29 ribu rupiah per kapita per bulan.