Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Solok pada tahun 2024 sebesar 3,07%, sedikit naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 3,05%. Kenaikan ini setara dengan peningkatan jumlah penduduk miskin sebanyak 50 jiwa, menjadi 2.400 jiwa dari total 83.907 penduduk.
Secara pertumbuhan, persentase kemiskinan Kota Solok naik 0,66%. Dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumatera Barat, Kota Solok menempati peringkat 151. Secara nasional, Kota Solok berada di peringkat 503. Perkembangan ini menunjukan adanya perubahan kecil dalam kondisi ekonomi masyarakat Kota Solok.
(Baca: 23,4% Penduduk di Kabupaten Melawi Beragama Protestan)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Kota Solok selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008, yaitu 7,32%, sementara terendah pada tahun 2020, yaitu 2,77%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebesar 59,48% dan terendah pada tahun 2013 turun 21,64%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 3,05%, kondisi saat ini sedikit lebih tinggi. Dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 3,01%, kondisi saat ini juga sedikit lebih tinggi. Peringkat kemiskinan Kota Solok secara nasional juga fluktuatif, dengan peringkat terbaik ke-391 pada tahun 2004 dan peringkat terendah ke-505 pada tahun 2020-2023.
Jika dibandingkan dengan kota lain di Sumatera Barat dengan persentase kemiskinan berdekatan, Kota Solok memiliki kondisi yang relatif stabil. Kota Bukit Tinggi memiliki persentase kemiskinan 4,08%, Kota Padang 4,06%, Kota Pariaman 4,26%, dan Kota Sawahlunto 2,33%. Perbandingan ini memberikan gambaran relatif posisi Kota Solok dalam penanganan kemiskinan di tingkat provinsi.
Kota Bukit Tinggi
Dengan persentase kemiskinan 4,08%, Kota Bukit Tinggi berada di peringkat 477 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kota ini mencapai 5.820 jiwa dari total 140.089 penduduk. Garis kemiskinan di Kota Bukit Tinggi tercatat sebesar Rp 658.640,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 93,97 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Kota Bukit Tinggi sebesar 3,4%. Persentase kemiskinan lebih tinggi dari Kota Solok.
Kota Padang
Kota Padang menduduki peringkat 479 secara nasional dengan persentase kemiskinan 4,06%. Kota ini memiliki jumlah penduduk miskin yang signifikan, mencapai 41.400 jiwa dari total 939.851 penduduk. Garis kemiskinan di Kota Padang tercatat Rp 736.786,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 88,23 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Kota Padang sebesar 1,22%. Tingkat kemiskinan lebih tinggi dari Kota Solok.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Belitung Periode 2004 - 2024)
Kota Pariaman
Persentase kemiskinan di Kota Pariaman adalah 4,26%, menempatkannya di peringkat 470 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 4.010 jiwa dari total 102.765 penduduk. Garis kemiskinan di Kota Pariaman tercatat sebesar Rp 609.286,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 69,17 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Kota Pariaman sebesar 3,3%. Tingkat kemiskinan juga lebih tinggi dari Kota Solok.
Kota Sawahlunto
Kota Sawahlunto memiliki persentase kemiskinan terendah di antara kota-kota yang dibandingkan, yaitu 2,33%, dan berada di peringkat 512 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kota ini mencapai 1.520 jiwa dari total 68.516 penduduk. Garis kemiskinan di Kota Sawahlunto tercatat sebesar Rp 524.196,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 73,60 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Kota Sawahlunto sebesar 0,68%. Tingkat kemiskinan lebih rendah dari Kota Solok.