Kementerian LHK Temukan 413 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Sulawesi Tengah (Selasa, 3 Februari 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 03/02/2026 11:15 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 413 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 45 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Selasa (3/2/2026) pukul 11.15 WIB. Dari 413 titik panas terdeteksi, 9 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 375 titik skala sedang, dan 29 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Jumlah Kejadian Bencana Alam di Provinsi-Provinsi Pulau Jawa 2020-2024)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Sulawesi Tengah sebanyak 82 titik. Riau menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 71 titik. Kalimantan Barat berada di posisi ketiga sebanyak 68 titik panas.

Sebanyak 44 titik panas terdeteksi di Maluku Utara, Aceh menyusul dengan 40 titik panas, serta Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan masing-masing memiliki 28 dan 17 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Sempat Melonjak, Jumlah Kejadian Bencana Alam di RI Turun pada 2024)

Data Populer

Loading...