Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Buton Naik 14,01% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara sebesar 14,01% pada 2025.
Angka tersebut naik 1,58% dari tahun sebelumnya sebesar 12,43%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,59%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Buton lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Buton yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 14,01% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 16 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara, PoU di Kabupaten Buton ada di urutan ke-13. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Kolaka (4,18%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Muna (17,1%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2025.
- Kabupaten Kolaka: 4,18%
- Kabupaten Konawe Utara: 5,08%
- Kabupaten Kolaka Utara: 5,13%
- Kabupaten Konawe: 6,73%
- Kota Kendari: 7,33%
- Kabupaten Kolaka Timur: 7,37%
- Kabupaten Wakatobi: 8,0%
- Kabupaten Bombana: 8,94%
- Kabupaten Buton Selatan: 9,93%
- Kota Bau Bau: 10,05%
(Baca: Deretan 10 Provinsi dengan Populasi Domba Terbanyak di Indonesia, Jawa Barat Unggul)