KLHK Temukan 621 Hotspot di Indonesia, Terbanyak di Nusa Tenggara Timur (Sabtu, 13 September 2025)

1
Irfan Fadhlurrahman 13/09/2025 11:41 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 621 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 99 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (13/9/2025) pukul 11.41 WIB. Dari 621 titik panas terdeteksi, 20 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 566 titik skala sedang, dan 35 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: 10 Merek Pembersih "Make Up" Terlaris di Shopee Q1 2025, Banjir Produk Luar )

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur sebanyak 136 titik. Kalimantan Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 70 titik. Jawa Timur berada di posisi ketiga sebanyak 70 titik panas.

Sebanyak 61 titik panas terdeteksi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara menyusul dengan 59 titik panas, serta Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat masing-masing memiliki 56 dan 46 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Ada 31 Bencana di Indonesia pada Akhir Mei 2024, Banjir Mendominasi)

Data Populer

Loading...