Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data 2024: persentase kemiskinan Kabupaten Soppeng turun sedikit menjadi 6,9 persen dari 7,48 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin turun 1.310 orang menjadi 15.900 orang, total penduduk sedikit naik 699 orang menjadi 241.364 jiwa. Pertumbuhan kemiskinan turun 7,75 persen, peringkat se-Indonesia ke-357, Pulau Sulawesi ke-63.
(Baca: Inflasi (m-to-m) Desember 2025 Menurut Pengeluaran Total Subkelompok di Kota Probolinggo)
Data historis 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan terendah 2004 (4,6 persen), tertinggi 2008 (11,22 persen). Pertumbuhan tertinggi 2008 (105,87 persen naik), penurunan terbesar 2009 (11,32 persen turun). Rata-rata 3 tahun terakhir 7,29 persen, 5 tahun terakhir 7,40 persen; data 2024 lebih rendah dari kedua rata-rata. Peringkat se-Indonesia fluktuatif: dari 398 (2004) ke 417 (2006), turun ke309 (2008), hingga ke357 (2024).
Dibandingkan kabkota tetangga SulSel, Soppeng’s persentase kemiskinan (6,9 persen) lebih tinggi dari Bulukumba, Gowa, Luwu Timur, tapi lebih rendah dari Palopo, Sinjai, Takalar. Jumlah penduduk miskin Soppeng (15.900 orang) lebih sedikit kecuali Palopo (14.430 orang), dengan penurunan kemiskinan lebih besar dari Palopo dan Luwu Timur.
Kabupaten Bulukumba
Peringkat se-Indonesia ke-367 dengan persentase kemiskinan 6,71 persen, turun 7,06 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin 28.600 orang, total penduduk 475.405 jiwa naik 1,51 persen. Garis kemiskinan 4,22 juta rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 44,48 juta rupiah/tahun. Persentase kemiskinan lebih rendah dari Soppeng, tapi jumlah miskin lebih besar karena populasi yang lebih banyak.
Kabupaten Gowa
Peringkat se-Indonesia ke-361 dengan persentase kemiskinan 6,85 persen, turun 7,68 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin 55.130 orang, total penduduk 806.908 jiwa naik 1,57 persen. Garis kemiskinan 4,75 juta rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 37,77 juta rupiah/tahun. Persentase kemiskinan sedikit lebih rendah dari Soppeng, tapi jumlah miskin jauh lebih besar karena populasi tiga kali lebih banyak.
(Baca: 97,6% Penduduk di Kabupaten Ogan Komering Ilir Beragama Islam)
Kabupaten Luwu Timur
Peringkat se-Indonesia ke-377 dengan persentase kemiskinan 6,55 persen, turun 4,03 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin 20.700 orang, total penduduk 316.000 jiwa naik 1,59 persen. Garis kemiskinan 4,60 juta rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 97,18 juta rupiah/tahun. Persentase kemiskinan terendah di antara wilayah banding, didukung oleh pendapatan per kapita tertinggi.
Kota Palopo
Peringkat se-Indonesia ke-334 dengan persentase kemiskinan 7,35 persen, turun 2,83 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin 14.430 orang, total penduduk 180.518 jiwa turun sedikit 2,05 persen. Garis kemiskinan 4,67 juta rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 56,65 juta rupiah/tahun. Persentase kemiskinan lebih tinggi dari Soppeng, tapi jumlah miskin lebih sedikit karena populasi yang lebih kecil.
Kabupaten Sinjai
Peringkat se-Indonesia ke-318 dengan persentase kemiskinan 7,82 persen, turun 8,23 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin 19.400 orang, total penduduk 274.439 jiwa naik 1,04 persen. Garis kemiskinan 4,12 juta rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 59,07 juta rupiah/tahun. Persentase kemiskinan tertinggi di antara wilayah banding meskipun pendapatan per kapita cukup tinggi.
Kabupaten Takalar
Peringkat se-Indonesia ke-319 dengan persentase kemiskinan 7,75 persen, turun 6 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin 23.510 orang, total penduduk 329.997 jiwa naik 2,4 persen. Garis kemiskinan 4,56 juta rupiah per kapita/bulan, pendapatan per kapita 42,36 juta rupiah/tahun. Persentase kemiskinan lebih tinggi dari Soppeng, jumlah miskin lebih besar karena populasi yang lebih banyak.