Kementerian LHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 240 Dalam 24 Jam Terakhir (Jumat, 17 April 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 17/04/2026 11:35 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 240 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 49 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Jumat (17/4/2026) pukul 11.35 WIB. Dari 240 titik panas terdeteksi, 6 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 227 titik skala sedang, dan 7 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Jumlah Rumah Rusak Berat karena Bencana Alam di RI 2015-2024)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Sulawesi Selatan sebanyak 28 titik. Maluku Utara menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 23 titik. Jawa Timur berada di posisi ketiga sebanyak 20 titik panas.

Sebanyak 20 titik panas terdeteksi di Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan menyusul dengan 18 titik panas, serta Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat masing-masing memiliki 16 dan 15 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Sempat Melonjak, Jumlah Kejadian Bencana Alam di RI Turun pada 2024)

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...