Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Hulu Sungai Utara Turun 5,06% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 22/02/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan sebesar 5,06% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,12% dari tahun sebelumnya sebesar 5,18%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,19%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Hulu Sungai Utara lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 5,06% dari total penduduk.

Dibanding 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan, PoU di Kabupaten Hulu Sungai Utara ada di urutan ke-11. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Tanah Bumbu (2,48%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (6,16%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan pada 2025.

  1. Kabupaten Tanah Bumbu: 2,48%
  2. Kabupaten Tabalong: 2,52%
  3. Kabupaten Tapin: 2,76%
  4. Kabupaten Tanah Laut: 3,27%
  5. Kota Banjar Baru: 3,53%
  6. Kabupaten Balangan: 3,71%
  7. Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 3,9%
  8. Kabupaten Kota Baru: 4,12%
  9. Kabupaten Banjar: 4,25%
  10. Kota Banjarmasin: 4,42%

(Baca: Negara dengan Populasi Menua Tertinggi 2025, Jepang Teratas)

Data Populer

Loading...