Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Dairi Sumatera Utara tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 6,98 persen, turun sedikit sebesar 0,12 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin saat ini mencapai 20.050 jiwa, dengan penurunan sebesar 350 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: 0,3% Penduduk di Kabupaten Tegal Beragama Protestan)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan daerah ini pernah mencapai angka tertinggi 21,16 persen pada tahun 2004, dan mencatat nilai terendah di tahun 2025 ini. Peringkat persentase kemiskinan secara nasional berada di urutan 328 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Dalam tiga tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan Kabupaten Dairi tercatat 7,18 persen, sedangkan rata-rata lima tahun terakhir mencapai 7,76 persen. Angka tahun 2025 ini menjadi catatan terendah sepanjang riwayat pencatatan data. Peringkat nasional daerah ini bergeser naik 15 posisi dibandingkan posisi pada tahun 2024.
Kabupaten Karo
Berada di peringkat 343 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 6,66 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 30.670 jiwa, dengan penurunan sebesar 8,28 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 678,89 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 70,51 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita berjalan sebesar 4,16 persen pada periode pencatatan terakhir.
Kabupaten Labuhan Batu Selatan
Peringkat 336 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,80 persen untuk wilayah ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 26.120 jiwa, mengalami penurunan sebesar 10,52 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan berada di angka 550,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 134,91 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan sebesar 8,35 persen.
(Baca: Pengeluaran Penduduk Kabupaten Yalimo untuk Membeli Umbi-Umbian Rp30.907 per Kapita per Minggu)
Kota Medan
Sebagai ibu kota provinsi, wilayah ini menempati peringkat 315 nasional dengan persentase kemiskinan 7,25 persen. Terdapat 171.600 jiwa penduduk miskin, dengan penurunan sebesar 8,25 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 721,55 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 141,41 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,67 persen.
Kabupaten Simalungun
Peringkat 331 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,91 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 61.120 jiwa, mengalami penurunan sebesar 10,18 persen dibanding periode sebelumnya. Garis kemiskinan berada pada angka 513,79 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 60,71 juta rupiah per tahun tumbuh sebesar 8,41 persen.
Kabupaten Toba Samosir
Menempati peringkat 318 nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 7,21 persen. Tercatat 13.460 jiwa penduduk miskin, dengan penurunan sebesar 10,45 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 549,56 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 49,33 juta rupiah per tahun tumbuh sebesar 3,95 persen.
Kabupaten Asahan
Berada di peringkat 320 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 7,18 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 54.570 jiwa, mengalami penurunan sebesar 11,04 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 469,56 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 76,58 juta rupiah per tahun tumbuh sebesar 8,45 persen.