Waspada! Pagi Ini Gunung Semeru Kembali Erupsi (Senin, 26 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Senin (26/1/2026) pukul 05.22 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru hanya sekali erupsi.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar None meter di atas puncak atau None meter di atas permukaan laut.
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 133 detik.
(Baca: Masih Ada 381 Hotspot Risiko Tinggi Karhutla di Indonesia pada Awal 2023)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Semeru di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 26 Januari 2026 pukul 18.00-23.59 WIB menunjukkan terjadi 22 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 11-22 milimeter dan lama gempa 96-173 detik.
Kemudian, 2 kali gempa guguran dengan amplitudo 5-7 mm dan lama gempa 32-47 detik serta 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4-7 milimeter dan lama gempa 31-68 detik.
PVMBG menghimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 338 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi dengan 183 kali letusan.
(Baca: Kalimantan Barat Hasilkan Emisi CO2 dari Karhutla Terbanyak sampai Juli 2023)