Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Persentase penduduk miskin sedikit turun menjadi 7,22 persen dari 7,25 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sedikit naik menjadi 20.350 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik menjadi 310.637 jiwa dengan pertumbuhan 1,81 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Humbang Hasundutan Periode 2004 - 2024)
Analisis data historis 2010-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi pada 2016 (8,4 persen) dan terendah pada 2013 (6,31 persen). Tertinggi pertumbuhan angka kemiskinan pada 2015 (15,59 persen), terendah pada 2021 (-10,58 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (7,30 persen) lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (7,33 persen). Rank se-Indonesia wilayah ini pada 2024 berada di urutan ke-338, naik dari urutan ke-351 tahun sebelumnya.
Perbandingan dengan wilayah tetangga Lampung menunjukkan persentase kemiskinan Kabupaten Tulang Bawang Barat (7,22 persen) berada di urutan ke-3 dari 6 wilayah. Lebih tinggi dari Kota Bandar Lampung (7,37 persen) dan Kabupaten Tulang Bawang (7,88 persen), namun lebih rendah dari tiga wilayah lain. Jumlah penduduk miskinnya (20.350 orang) lebih rendah dari dua kabupaten tersebut, lebih tinggi dari dua kota lainnya.
Kabupaten Mesuji
Persentase penduduk miskin sebesar 6,31 persen dengan pertumbuhan -6,24 persen, rank se-Indonesia ke-389. Jumlah penduduk miskin 12.910 orang dari total 239.826 jiwa. Garis kemiskinan 555,73 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tahunan 58,58 juta rupiah dengan pertumbuhan 7,65 persen. Pertumbuhan penduduknya 2,46 persen, lebih tinggi dari beberapa wilayah tetangga di Lampung.
Kota Metro
Persentase penduduk miskin sebesar 6,78 persen dengan pertumbuhan -6,87 persen, rank se-Indonesia ke-364. Jumlah penduduk miskin 12.070 orang dari total 180.281 jiwa. Garis kemiskinan 503,16 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tahunan 48,26 juta rupiah dengan pertumbuhan 6,69 persen. Pertumbuhan penduduknya 2,71 persen, tertinggi di antara wilayah perbandingan ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pasaman Barat Periode 2005 - 2024)
Kabupaten Pringsewu
Persentase penduduk miskin tertinggi di perbandingan sebesar 8,32 persen dengan pertumbuhan -8,97 persen, rank se-Indonesia ke-295. Jumlah penduduk miskin 34.420 orang dari total 442.049 jiwa. Garis kemiskinan 583,43 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tahunan 35,55 juta rupiah dengan pertumbuhan 6,48 persen. Rank pendapatan ini terendah di antara wilayah yang dibandingkan.
Kabupaten Tulang Bawang
Persentase penduduk miskin sebesar 7,88 persen dengan pertumbuhan -1,99 persen, rank se-Indonesia ke-313. Jumlah penduduk miskin 37.460 orang dari total 436.038 jiwa. Garis kemiskinan 560,32 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tahunan 67,73 juta rupiah dengan pertumbuhan 6,84 persen. Pendapatan ini tertinggi di antara wilayah perbandingan.
Kota Bandar Lampung
Persentase penduduk miskin sebesar 7,37 persen dengan pertumbuhan -5,15 persen, rank se-Indonesia ke-332. Jumlah penduduk miskin 83.880 orang, tertinggi di perbandingan, dari total 1.073.451 jiwa. Garis kemiskinan 787,26 ribu rupiah per kapita per bulan, tertinggi di perbandingan, pendapatan per kapita tahunan 65,76 juta rupiah dengan pertumbuhan 6,12 persen. Pertumbuhan penduduknya negatif (-2,14 persen), satu-satunya di antara wilayah perbandingan.