Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Kota Salatiga pada tahun 2024 mencapai 204.174 jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,13 persen. Dari jumlah tersebut, penduduk laki-laki berjumlah 99.973 jiwa (sekitar 48,97 persen) dan penduduk perempuan berjumlah 104.201 jiwa (sekitar 51,03 persen).
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kab. Seruyan 2024)
Jumlah penduduk kelompok umur produktif (15-59 tahun) di Kota Salatiga tahun 2024 adalah 137.262 jiwa, yang merupakan kelompok terbesar dibandingkan kelompok lain. Dari jumlah tersebut, 67.647 jiwa adalah laki-laki (33 persen dari total penduduk) dan 69.615 jiwa adalah perempuan (34 persen dari total penduduk). Kelompok dependen muda (0-14 tahun) berjumlah 39.549 jiwa, dengan 20.069 jiwa laki-laki (10 persen) dan 19.480 jiwa perempuan (10 persen), sedangkan kelompok dependen tua (>60 tahun) berjumlah 27.363 jiwa, dengan 12.257 jiwa laki-laki (6 persen) dan 15.105 jiwa perempuan (7 persen).
Jika dilihat dari kelompok umur yang lebih rinci, kelompok umur 20-24 tahun merupakan kelompok dengan jumlah penduduk terbanyak di Kota Salatiga tahun 2024, yaitu 19.337 jiwa. Di dalam kelompok ini, penduduk laki-laki berjumlah 9.653 jiwa dan penduduk perempuan berjumlah 9.684 jiwa, yang menunjukkan proporsi yang hampir seimbang antara kedua jenis kelamin.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Grobogan | 2024)
Sebaliknya, kelompok umur dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah 70-74 tahun, berjumlah 5.011 jiwa. Dari jumlah tersebut, 2.245 jiwa adalah laki-laki dan 2.766 jiwa adalah perempuan. Kelompok umur >75 tahun berjumlah 7.283 jiwa, yang lebih banyak dibandingkan kelompok 70-74 tahun, dengan 2.935 jiwa laki-laki dan 4.349 jiwa perempuan.
Struktur penduduk Kota Salatiga tahun 2024 yang didominasi oleh kelompok usia produktif menjadi potensi besar bagi perkembangan ekonomi kota. Namun, proporsi kelompok dependen tua yang sedikit lebih tinggi pada perempuan menunjukkan perlunya peningkatan layanan kesehatan dan dukungan sosial khusus untuk lansia perempuan di Kota Salatiga.
Selain itu, kelompok umur dependen muda (0-14 tahun) memiliki jumlah yang cukup signifikan, yang membutuhkan perhatian terhadap layanan pendidikan dan kesehatan anak untuk memastikan kualitas sumber daya manusia di masa depan Kota Salatiga.