- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kiribati pada tahun 2024 sebesar 1,04 unit, sama dengan angka tahun 2023. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 1,023 unit, angka 2024 menunjukkan sedikit kenaikan. Sementara rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 1,038 unit, angka 2024 hampir sama dengan rata-rata tersebut. Pertumbuhan tiga tahun terakhir menunjukkan pola jelas: tahun 2022 mengalami kontraksi sebesar 8,48% (nilai PDB PPP turun secara signifikan dari tahun sebelumnya), tahun 2023 tumbuh 4,93%, dan tahun 2024 kembali kontraksi kecil sebesar 0,38%.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Rwanda 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Kiribati terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam 10 tahun terakhir (2015-2024), pertumbuhan tertinggi PDB PPP Kiribati terjadi pada tahun 2021 sebesar 4,23%, sedangkan pertumbuhan terendah pada tahun 2022 turun 8,48%. Anomali tercatat pada tahun 2022, di mana kontraksi tersebut jauh lebih besar dibandingkan rata-rata kontraksi 10 tahun terakhir turun 2,61% (hanya tahun 2019 yang mengalami kontraksi turun 4,9% sebelum tahun 2022). Kondisi fluktuatif dalam 10 tahun terakhir ditandai dengan pergantian antara pertumbuhan positif dan negatif setiap 1-2 tahun, tanpa tren stabil yang berkelanjutan.
Peringkat PDB PPP Kiribati di wilayah Oseania pada tahun 2024 adalah 12, turun satu peringkat dibandingkan tahun 2023 yang berada di peringkat 11. Peringkat ini sama dengan tahun 2015 dan 2022, menunjukkan posisi ekonomi Kiribati di wilayah tidak mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Tajikistan 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Kiribati akan mengalami penurunan kecil secara bertahap pada 2025 hingga 2028 sebelum stabil pada 2029-2030. Proyeksi 2025 sebesar 1,036 unit (kontraksi 0,19% dari 2024), 2026 sebesar 1,034 unit (kontraksi 0,19% dari 2025), dan tahun 2027 tetap pada 1,034 unit. Tahun 2028 kontraksi kecil lagi sebesar 0,29% menjadi 1,031 unit, sebelum tumbuh sedikit pada 2029 dan 2030. Kondisi proyeksi ini menunjukkan tidak ada perbaikan signifikan dibandingkan data terakhir 2024, melainkan stabil dengan penurunan kecil pada tahap awal.
Dibandingkan negara lain di Oseania, Kiribati memiliki rata-rata pertumbuhan PDB PPP terburuk dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) turun 1,31%, lebih buruk daripada Tuvalu yang memiliki pertumbuhan terburuk kedua turun 1,05%. Pada tahun 2024, Kiribati berada di peringkat 12 di wilayah, sedangkan negara dengan peringkat terendah adalah Palau di peringkat 13. Posisi Kiribati juga jauh di bawah negara dengan pertumbuhan tertinggi seperti Nauru (peringkat 5) dan Papua Nugini (peringkat 3).