- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Filipina tahun 2024 sebesar 19.36 unit. Dibanding rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) yang sebesar 19.24 unit, nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 0.62%. Namun, dibanding rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 19.38 unit, nilai 2024 sedikit lebih rendah sebesar 0.1%. Perkembangan tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan pada 2022 dari 19.38 menjadi 19.08, kemudian kenaikan berturut-turut pada 2023 (menjadi 19.26) dan 2024 (menjadi 19.36).
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Filipina terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Filipina 2015 - 2024)
Dalam sepuluh tahun terakhir (2015-2024), nilai tertinggi PDB PPP Filipina tercatat pada tahun 2018 sebesar 19.96 unit, sedangkan nilai terendahnya ada pada tahun 2022 sebesar 19.08 unit. Tahun 2022 mengalami penurunan signifikan sebesar 1.53% dibanding tahun 2021, yang merupakan penurunan terbesar dalam sepuluh tahun tersebut. Setelah tahun 2022, Filipina mengalami pemulihan nilai PDB PPP secara bertahap pada tahun 2023 dan 2024.
Peringkat PDB PPP Filipina di kawasan ASEAN tetap berada pada posisi ke-6 selama sepuluh tahun terakhir, termasuk tahun 2024, tidak mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya. Posisi ini menempatkan Filipina di bawah lima negara teratas kawasan ASEAN, yaitu Vietnam (peringkat 1), Indonesia (peringkat 2), Laos (peringkat 3), Kamboja (peringkat 4), dan Myanmar (peringkat 5).
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kiribati 2015 - 2024)
IMF memberikan proyeksi nilai PDB PPP Filipina untuk tahun 2025 sebesar 19.266 unit, yang menunjukkan kontraksi sebesar 0.47% dibanding tahun 2024. Kontraksi ini berarti nilai PDB PPP Filipina akan menurun sedikit dari level tahun 2024. Namun, proyeksi selanjutnya dari tahun 2026 hingga 2030 menunjukkan tren kenaikan konsisten: 19.307 unit (2026, naik 0.21% dari 2025), 19.434 unit (2027, naik 0.66%), 19.516 unit (2028, naik 0.42%), 19.646 unit (2029, naik 0.67%), dan 19.77 unit (2030, naik 0.63%).
Dibandingkan dengan lima negara teratas ASEAN, nilai PDB PPP Filipina tahun 2024 (19.36 unit) jauh lebih rendah dibanding Vietnam (6956.919 unit), Indonesia (4747.903 unit), Laos (4569.369 unit), Kamboja (1378.409 unit), dan Myanmar (504.159 unit). Pertumbuhan PDB PPP Filipina tahun 2024 sebesar 0.49% lebih rendah dibanding Laos (14.36%) dan Myanmar (3.99%), tetapi lebih tinggi dibanding Indonesia (-1.49%), Thailand (-1.46%), dan Brunei (-4.25%).