- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Kiribati tahun 2024 tercatat pada nilai 1,04 unit, menunjukkan kondisi stagnan dibandingkan tahun 2023 yang juga berada di angka 1,04. Pada tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, nilai indikator ini bergerak pada rentang 0,99 hingga 1,04 tanpa peningkatan berarti setelah kontraksi dalam pada tahun 2022.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Kiribati terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Utara | 2024)
Data historis menunjukkan pertumbuhan tahunan PDB PPP Kiribati 2024 tercatat kontraksi sebesar 0,38 persen. Kontraksi ini berarti terjadi penurunan nilai output ekonomi riil yang sudah disesuaikan daya beli masyarakat jika dibandingkan periode tahun sebelumnya. Angka ini juga berada di bawah rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir yang sebesar 2,02 persen, bahkan jauh lebih buruk dibanding rata-rata lima tahun terakhir yang mencapai 0,67 persen.
Sepanjang 10 tahun terakhir, kenaikan tertinggi pertumbuhan PDB PPP Kiribati terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 4,93 persen, sementara penurunan terendah dan menjadi anomali tercatat pada tahun 2022. Pada tahun 2022 tersebut terjadi kontraksi sebesar 8,48 persen, satu-satunya penurunan di atas 5 persen dalam seluruh periode pengamatan 10 tahun terakhir.
Dari sisi peringkat regional kawasan Oseania, posisi Kiribati tahun 2024 turun satu peringkat menjadi urutan 12. Sebelumnya pada tahun 2023 negara ini berada di urutan 11. Penurunan peringkat ini terjadi seiring membaiknya kinerja ekonomi negara kecil lain di kawasan yang mampu mencatatkan pertumbuhan positif pada tahun berjalan.
Jika dibandingkan dengan seluruh negara di kawasan Oseania, Kiribati menjadi salah satu dari hanya dua negara yang mencatatkan pertumbuhan negatif pada tahun 2024. Hanya Tuvalu yang mencatatkan kinerja lebih buruk dibanding Kiribati dalam tiga tahun terakhir, sementara seluruh negara lain termasuk Nauru, Papua Nugini dan Samoa mampu mencatatkan pertumbuhan di atas 2 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangli | 2004 - 2025)
Berdasarkan proyeksi yang dirilis, nilai PDB PPP Kiribati diproyeksikan akan terus mengalami penurunan kecil hingga tahun 2028. Tidak ada perbaikan ekonomi signifikan yang diproyeksikan, dengan tingkat pertumbuhan bergerak pada rentang minus 0,29 persen hingga maksimal 0,19 persen sepanjang 6 tahun ke depan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi Kiribati belum mampu keluar dari pola fluktuatif datar sejak pandemi. Fluktuatif yang dimaksud adalah nilai indikator yang hanya bergerak naik turun kecil di sekitar angka 1,03 hingga 1,04 tanpa mampu menembus level pra kontraksi tahun 2022, dan tidak menunjukkan tanda akselerasi pertumbuhan jangka menengah.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |