- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data historis jumlah sekolah SMA di Provinsi Papua Barat menunjukkan perkembangan yang berfluktuasi. Tahun 2024, jumlah sekolah SMA mencapai 66 unit, mengalami penambahan 2 unit dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 64 unit. Sebelum tahun 2023, data jumlah sekolah SMA stabil berkisar 122 hingga 131 unit per tahun. Secara nasional, urutan jumlah sekolah SMA Papua Barat turun dari peringkat 35 pada 2023 ke 36 pada 2024, setelah bertahan di peringkat 30 selama lima tahun sebelumnya (2018-2022).
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Periode 2013-2025)
BPS juga mengungkapkan detail jenis sekolah SMA di Papua Barat tahun 2024, yaitu 45 unit SMA Negeri dan 21 unit SMA Swasta. SMA Negeri mengalami kenaikan 2 unit atau sebesar 4,7% dibandingkan tahun 2023, sedangkan SMA Swasta tidak mengalami perubahan. Dari total 66 unit sekolah, sekitar 68,2% adalah SMA Negeri dan 31,8% adalah SMA Swasta, menunjukkan dominasi sekolah negeri dalam penyediaan layanan pendidikan SMA di provinsi ini.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Manokwari Periode 2004 - 2024)
Dari sisi populasi, BPS mencatat jumlah penduduk usia sekolah SMA (16-18 tahun) di Papua Barat tahun 2023 sebesar 27.620 jiwa, turun drastis dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 54.480 jiwa. Secara nasional, urutan jumlah penduduk usia ini turun dari peringkat 33 selama lima tahun (2018-2022) ke peringkat 38 pada 2023. Meskipun jumlah sekolah SMA sedikit meningkat pada 2024, Angka Partisipasi Murni (APM) SMA justru menurun 7,2% dari 65 pada 2023 menjadi 61 pada 2024.
Data pendukung BPS tentang tenaga pendidik menunjukkan peningkatan positif pada tahun 2024. Jumlah total guru SMA mencapai 1.378 orang, naik 7,2% dibandingkan tahun 2023 (1.285 orang). Khususnya, jumlah kepala sekolah dan guru SMA Negeri sebesar 1.062 orang (naik 11,3% dari 954 orang tahun sebelumnya), sedangkan SMA Swasta hanya 316 orang (turun 4,5% dari 331 orang). Jumlah siswa SMA juga meningkat 2,1% menjadi 17.241 orang, dengan siswa SMA Negeri tumbuh lebih signifikan (3,1%) dibandingkan SMA Swasta yang sedikit turun (1,5%).