Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (BMU), Sulawesi Utara. Persentase penduduk miskin sedikit turun dari 7,9 persen (2023) ke 7,88 persen (2024), dengan pertumbuhan -0,25 persen. Jumlah penduduk miskin sedikit naik 40 orang menjadi 6.600 orang, sementara jumlah penduduk naik 1.141 orang menjadi 87.627 jiwa. BMU berada di urutan 313 se-Indonesia dan 54 di Sulawesi untuk persentase kemiskinan.
(Baca: 5,18% Penduduk di Kabupaten Klungkung Masuk Kategori Miskin)
Data historis kemiskinan BMU periode 2007-2024 menunjukkan persentase tertinggi di 2007 (13,03 persen) dan terendah di 2022 (7,31 persen). Pertumbuhan terendah terjadi 2007-2008 (-19,88 persen) dan tertinggi 2011-2012 (19,98 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 7,7 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) 7,9 persen. Rank seindonesia bergeser dari 290 (2007) ke 313 (2024), dengan pergeseran naik turun setiap tahun.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Sulawesi Utara, BMU berada di urutan ke-3 berdasarkan persentase kemiskinan 7,88 persen. Wilayah ini berada di bawah Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro (8,32 persen) dan Kabupaten Kepulauan Talaud (8,17 persen), serta di atas Kabupaten Bolaang Mongondow (7,74 persen). Jumlah penduduk miskin BMU (6.600 orang) lebih sedikit dari sebagian besar tetangganya, kecuali Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro (5.630 orang).
Kabupaten Bolaang Mongondow
Berada di urutan 320 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 7,74 persen, dengan pertumbuhan 5,02 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.190 orang, yang lima kali lebih besar dibandingkan BMU, seiring dengan jumlah penduduk yang tiga kali lebih tinggi yaitu 255.896 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp415,63 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita adalah Rp44,76 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk hanya 0,82 persen, lebih rendah dibandingkan BMU, menunjukkan pertumbuhan populasi yang lambat meskipun jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan signifikan.
Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro
Berada di urutan 295 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 8,32 persen, dengan pertumbuhan -5,02 persen. Jumlah penduduk miskin adalah 5.630 orang, lebih sedikit dibandingkan BMU, seiring dengan jumlah penduduk yang lebih kecil yaitu 70.723 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah Rp388,06 ribu per kapita per bulan, lebih rendah dari BMU, sedangkan pendapatan per kapita adalah Rp45,87 juta per tahun, lebih tinggi dibandingkan BMU. Pertumbuhan jumlah penduduk sedikit turun sebesar 0,3 persen, menunjukkan populasi yang hampir stagnan meskipun persentase kemiskinan turun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pacitan Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Kepulauan Talaud
Berada di urutan 303 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 8,17 persen, dengan pertumbuhan -3,43 persen. Jumlah penduduk miskin adalah 7.740 orang, lebih banyak dibandingkan BMU, dengan jumlah penduduk 100.645 jiwa yang sedikit lebih besar dari BMU. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp364,58 ribu per kapita per bulan, yang paling rendah di antara tetangga BMU, sedangkan pendapatan per kapita adalah Rp31,52 juta per tahun, yang paling rendah di antara tetangga tersebut. Pertumbuhan jumlah penduduk hanya sedikit turun 0,13 persen, menunjukkan stabilitas populasi meskipun persentase kemiskinan turun.
Kabupaten Minahasa Selatan
Berada di urutan 270 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 8,97 persen, dengan pertumbuhan 0,9 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 19.130 orang, lebih banyak dibandingkan BMU, dengan jumlah penduduk 242.463 jiwa yang tiga kali lebih besar dari BMU. Garis kemiskinan di sini adalah Rp435,43 ribu per kapita per bulan, yang paling tinggi di antara tetangga BMU, sedangkan pendapatan per kapita adalah Rp52,24 juta per tahun, yang paling tinggi di antara tetangga tersebut. Pertumbuhan jumlah penduduk adalah 0,48 persen, lebih rendah dibandingkan BMU, menunjukkan pertumbuhan populasi yang lambat meskipun persentase kemiskinan naik sedikit.
Kabupaten Minahasa Utara
Berada di urutan 350 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 6,95 persen, dengan pertumbuhan 4,51 persen. Jumlah penduduk miskin adalah 14.320 orang, lebih banyak dibandingkan BMU, dengan jumlah penduduk 227.713 jiwa yang dua setengah kali lebih besar dari BMU. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp427,41 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita adalah Rp87,30 juta per tahun, yang paling tinggi di antara semua kabupaten di Sulawesi Utara. Pertumbuhan jumlah penduduk adalah 1,29 persen, hampir sama dengan BMU, menunjukkan pertumbuhan populasi yang stabil meskipun persentase kemiskinan naik sedikit.
Kabupaten Minahasa
Berada di urutan 380 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 6,53 persen, dengan pertumbuhan -4,95 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 22.780 orang, lebih banyak dibandingkan BMU, dengan jumlah penduduk 329.391 jiwa yang tiga setengah kali lebih besar dari BMU. Garis kemiskinan di sini adalah Rp352,69 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita adalah Rp68,02 juta per tahun, yang kedua tertinggi di Sulawesi Utara setelah Minahasa Utara. Pertumbuhan jumlah penduduk sedikit turun 4,67 persen, menunjukkan penurunan populasi yang signifikan meskipun persentase kemiskinan turun.