Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Wajo Capai 8,2% pada 2025
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan sebesar 8,2% pada 2025.
Angka tersebut naik 0,06% dari tahun sebelumnya sebesar 8,14%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,48%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Wajo lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Wajo yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,2% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 23 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Selatan, PoU di Kabupaten Wajo ada di urutan ke-18. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan (2,9%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Jeneponto (12,74%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan pada 2025.
- Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan: 2,9%
- Kota Palopo: 3,16%
- Kota Parepare: 3,34%
- Kabupaten Toraja Utara: 3,45%
- Kabupaten Enrekang: 3,85%
- Kabupaten Bulukumba: 3,89%
- Kabupaten Luwu Timur: 4,15%
- Kabupaten Bantaeng: 4,22%
- Kabupaten Luwu Utara: 4,63%
- Kabupaten Luwu: 4,86%
(Baca: Indeks Pembangunan Kebudayaan Nasional Naik ke Level 57,13 pada 2023)