Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara pada 2024 sebesar 7,88%, sedikit turun dari tahun sebelumnya 7,9%. Walaupun sedikit turun, jumlah penduduk miskin bertambah 40 jiwa menjadi 6.600 jiwa, dari total populasi 87.627 jiwa.
Secara pertumbuhan, persentase kemiskinan mengalami penurunan 0,25%. Di tingkat nasional, Bolaang Mongondow Utara berada di peringkat 313. Dibandingkan kabupaten lain di Sulawesi Utara, perkembangan kemiskinan ini menunjukkan posisi yang relatif moderat.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sarolangun Periode 2004 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi. Pada periode 2007-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2007 (13,03%), sedangkan terendah pada 2022 (7,31%). Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2013 (19,98%) dan terendah pada 2022 (-8,97%). Saat ini, angka kemiskinan sedikit lebih baik dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (7,67%), namun sedikit lebih tinggi dari rata-rata 5 tahun terakhir (7,73%). Peringkat kemiskinan Bolaang Mongondow Utara secara nasional juga berubah-ubah, dengan urutan terakhir di 313.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Utara dengan persentase kemiskinan berdekatan, Bolaang Mongondow Utara memiliki posisi yang cukup kompetitif. Beberapa kabupaten yang menjadi pembanding adalah Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa.
Kabupaten Bolaang Mongondow
Kabupaten Bolaang Mongondow mencatatkan persentase kemiskinan 7,74%, menduduki peringkat 320 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.190 jiwa, meningkat 6,15% dari tahun sebelumnya. Dengan total populasi 255.896 jiwa, garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp 415.628,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 44,76 juta per tahun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,35%.
Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro memiliki persentase kemiskinan 8,32% dan menduduki peringkat 295 secara nasional. Jumlah penduduk miskin sebanyak 5.630 jiwa, mengalami penurunan sebesar 4,9%. Jumlah penduduk di kabupaten ini 70.723 jiwa dengan garis kemiskinan Rp 388.056,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 45,87 juta per tahun, tumbuh 8,1%.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Sumenep 2016-2025)
Kabupaten Kepulauan Talaud
Kabupaten Kepulauan Talaud memiliki persentase kemiskinan 8,17% dan berada di peringkat 303 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 7.740 jiwa, menurun 2,89%. Total penduduk 100.645 jiwa dengan garis kemiskinan sebesar Rp 364.581,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kabupaten ini adalah Rp 31,52 juta per tahun, meningkat 7,88%.
Kabupaten Minahasa Selatan
Persentase kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan tercatat 8,97%, menempatkannya pada peringkat 270 di tingkat nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 19.130 jiwa, tumbuh 1,22%. Dengan jumlah penduduk 242.463 jiwa, garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp 435.428,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 52,24 juta per tahun, tumbuh 8,73%.
Kabupaten Minahasa Utara
Kabupaten Minahasa Utara memiliki persentase kemiskinan 6,95%, menempati peringkat 350 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.320 jiwa, meningkat 4,83%. Total penduduk 227.713 jiwa dengan garis kemiskinan Rp 427.412,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 87,30 juta per tahun, tumbuh 7,81%.
Kabupaten Minahasa
Kabupaten Minahasa memiliki persentase kemiskinan 6,53%, menempati urutan 380 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 22.780 jiwa, mengalami penurunan sebesar 4,53%. Total penduduk mencapai 329.391 jiwa dengan garis kemiskinan Rp 352.693,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 68,02 juta per tahun, tumbuh 8,17%.