Gagal Cetak Rekor, IHSG Ditutup Melemah 0,58% (Senin, 12 Januari 2025)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,58% ke level 8.884,72 pada penutupan perdagangan Senin (12/1/2026).
Padahal, sebelumnya IHSG sempat menyentuh rekor 9.000 pada awal perdagangan hari ini.
Menurut analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, pergerakan IHSG hari ini salah satunya dibebani saham-saham sektor energi yang sempat terkoreksi sekitar 2%.
Ia menlai, turunnya indeks dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah harga saham sejumlah emiten energi naik signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
"Dan saat ini, tampak IHSG kembali rebound meskipun masih berada di teritori negatif," kata Herditya, diberitakan Katadata.co.id, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor saham terkoreksi hari ini. Sektor infrastruktur turun paling dalam 2,37%, diikuti sektor teknologi dan sektor energi yang masing-masing terkoreksi 1,68% dan 1,39%.
Sementara lima sektor lainnya menguat. Sektor barang konsumen non-primer dan sektor industri memimpin dengan kenaikan masing-masing 2,22%, disusul sektor transportasi yang naik 0,75%.
Menurut data RTI Business, frekuensi perdagangan saham di bursa dalam negeri hari ini sebanyak 5,07 juta kali transaksi.
Total saham berpindah tangan mencapai 74,41 miliar lembar dengan nilai total transaksi Rp40,10 triliun.
Sebanyak 435 saham ditutup melemah hari ini, lalu 279 saham menguat, dan 97 saham stagnan.
Emiten berkode PACK menjadi top loser setelah anjlok 91,71%, diikuti HATM yang melemah 14,68% dan CARE yang ambles 14,56%.
Sementara emiten top gainer hari ini adalah MSKY yang terbang 34,88%, diikuti DKHH dan FOLK yang masing-masing naik 30,34% dan 25%.
Berbeda dengan IHSG, bursa kawasan Asia sore ini umumnya parkir di zona hijau. Indeks Nikkei naik 1,61% ke 51.939,89; indeks Hang Seng naik 1,44% ke 26.608,48; indeks Shanghai naik 1,09% ke 4.165,29; dan indeks Strait Times naik 0,47% ke 4.766,78.
(Baca: 6 Sektor Saham Melemah, Infrastruktur Paling Bawah (Senin, 12 Januari 2026))