Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menunjukkan peningkatan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran mencapai Rp 153.244 per kapita per bulan. Angka ini tumbuh 4.8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara historis, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Polewali Mandar cenderung fluktuatif. Setelah mengalami penurunan pada tahun 2019 dan 2021, pengeluaran kembali naik, terutama pada tahun 2023 yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 21 persen. Meskipun sempat ada penurunan, angka tahun 2024 menunjukkan tren positif.
(Baca: Statistik Persentase Rumah Tangga Menurut Fasilitas Tempat Buang Air Besar tidak Menggunakan Periode 2021-2025)
Dengan pengeluaran sebesar Rp 153.244 per kapita per bulan, masyarakat Polewali Mandar menunjukkan alokasi dana yang cukup signifikan untuk kebutuhan selain makanan. Data pendukung menunjukkan bahwa sebagian dari pengeluaran ini dialokasikan untuk kecantikan, perawatan, serta rokok dan tembakau. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi tercatat sebesar Rp 146.239.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Barat pada tahun 2024, Polewali Mandar berada di peringkat keempat dalam hal pengeluaran untuk aneka barang dan jasa. Kabupaten Mamuju mencatatkan pengeluaran tertinggi dengan Rp 285.552, diikuti oleh Kabupaten Mamuju Utara dan Mamuju Tengah. Secara nasional, Polewali Mandar menduduki peringkat 454 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Jika dibandingkan dengan Kabupaten Mamuju, pertumbuhan pengeluaran di Polewali Mandar sedikit lebih rendah. Mamuju mencatat pertumbuhan 42 persen dengan nilai pengeluaran Rp 285.552. Sementara itu, Kabupaten Majene mencatat pengeluaran Rp 152.152 dengan pertumbuhan 6.2 persen. Kabupaten Mamasa justru mengalami penurunan turun 11.1 persen.
Data historis rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan juga menunjukkan variasi antar kabupaten/kota. Kabupaten Mamuju mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk kategori ini pada tahun 2024 dengan Rp 716.334, diikuti oleh Mamuju Utara dan Mamuju Tengah. Polewali Mandar mencatat Rp 441.224 dengan pertumbuhan 14.1 persen.
(Baca: Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional Provinsi Maluku Utara Sebulan Terakhir Masih di Harga Rp145 Ribu)
Kabupaten Mamuju
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan di Kabupaten Mamuju pada tahun 2024 mencapai Rp 716.334, meningkat signifikan sebesar 36.3 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi ini menempatkan Mamuju pada peringkat pertama se-Sulawesi Barat. Sementara itu, untuk pengeluaran per kapita sebulan makanan, Mamuju berada di angka Rp 583.511 dengan pertumbuhan 24.7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menduduki peringkat keempat di provinsi tersebut. Total pengeluaran per kapita makanan dan bukan makanan di Mamuju mencapai Rp 1.299.845, pertumbuhan 4.2 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Mamuju Utara
Kabupaten Mamuju Utara mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp 642.098 pada tahun 2024. Ini hanya sedikit meningkat 2.3 persen dari tahun sebelumnya dan menempatkannya di posisi kedua se-Sulawesi Barat. Pengeluaran untuk makanan di Mamuju Utara mencapai Rp 719.682, pertumbuhan 12.2 persen, menjadikannya yang tertinggi di provinsi. Total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.361.781, mengalami penurunan tipis turun 2.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Mamuju Tengah
Di Kabupaten Mamuju Tengah, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan mencapai Rp 633.624 pada tahun 2024, tumbuh 7.3 persen dari tahun sebelumnya. Posisi ini menempatkan Mamuju Tengah di urutan ketiga se-Sulawesi Barat. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp 606.551, meningkat 13.4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan mencapai Rp 1.240.175, pertumbuhan 0.2 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Majene
Kabupaten Majene mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan sebesar Rp 434.435 pada tahun 2024, meningkat sedikit sebesar 1.1 persen dari tahun sebelumnya. Kondisi ini menempatkan Majene pada peringkat kelima se-Sulawesi Barat. Sementara itu, pengeluaran untuk makanan di Majene mencapai Rp 493.185, pertumbuhan 14.7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita makanan dan bukan makanan di Majene mencapai Rp 927.620, penurunan signifikan turun 13.9 persen dari tahun sebelumnya.