- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data PDB Paritas Daya Beli Mongolia tahun 2024 sebesar 1187,78 unit. Angka ini mencatat kenaikan sebesar 5,69 persen dibandingkan tahun 2023. Selama tiga tahun terakhir yaitu 2022, 2023 dan 2024, Mongolia mencatat pertumbuhan berturut-turut sebesar 9,88 persen, 17,54 persen dan 5,69 persen tanpa pernah mengalami kontraksi satu kali pun dalam periode tersebut.
(Baca: Persentase Penduduk tidak Menggunakan HP Periode 2019-2024)
Dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir sebesar 11,04 persen, pertumbuhan tahun 2024 memang lebih rendah. Namun jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir sebesar 7,11 persen, pertumbuhan 2024 masih berada di atas rata-rata periode tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kecepatan pertumbuhan melambat dari puncak tahun 2023, tren penguatan ekonomi Mongolia masih berlanjut hingga saat ini.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Mongolia terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun data yang tercatat, kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 17,54 persen, sementara penurunan terdalam atau kontraksi terbesar terjadi pada tahun 2020 sebesar minus 3,42 persen. Kontraksi yang dimaksud adalah kondisi dimana nilai PDB PPP suatu negara menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yang pada tahun 2020 tersebut dipicu oleh gangguan global pandemi. Anomali hanya terjadi pada tahun 2020, satu-satunya tahun dalam 10 tahun terakhir yang mencatat pertumbuhan negatif.
Untuk peringkat regional Asia, posisi Mongolia tetap berada di urutan ke-2 sepanjang tahun 2021 hingga 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya. Sebelumnya Mongolia sempat berada di peringkat 3 selama periode 2015 sampai 2019, sebelum berhasil menaikkan posisi satu tingkat dan mempertahankannya hingga saat ini.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Panama 2015 - 2024)
Berdasarkan proyeksi IMF, PDB PPP Mongolia akan terus tumbuh hingga tahun 2030 dengan laju pertumbuhan antara 4,5 persen sampai 7,14 persen setiap tahunnya. Proyeksi ini menunjukkan tidak akan terjadi kontraksi dalam enam tahun ke depan, dengan kondisi ekonomi yang terus membaik secara konsisten meskipun tidak akan kembali mencapai puncak pertumbuhan setinggi tahun 2023.
Jika dibandingkan dengan 5 negara teratas peringkat regional Asia, Mongolia berada di atas Jepang, Korea Selatan dan Kazakhstan. Hanya Uzbekistan yang berada di atas Mongolia di peringkat pertama regional. Pertumbuhan PDB PPP Mongolia tahun 2024 juga lebih tinggi dibandingkan seluruh 4 negara teratas lain dibawahnya, yaitu Korea Selatan, Jepang, Kazakhstan dan Armenia.
Secara keseluruhan, data menunjukkan ekonomi Mongolia setelah melewati guncangan 2020 berhasil memulihkan diri dengan sangat kuat, mencatat dua tahun pertumbuhan dua digit sebelum melandai ke tingkat pertumbuhan yang lebih stabil di tahun 2024. Laju pertumbuhan stabil ini juga diproyeksikan akan bertahan setidaknya sampai akhir dekade ini.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q4 2025) | 3.474,50 | +0.86 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17 | -0.03 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Mar) | 0,41% | -0.27 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |