GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 31.403 kasus per Jumat, 30 Desember 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 67 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 1,02 persen.
(Baca: Kematian Harian karena Covid-19 Indonesia Urutan Ke-6 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 25.608 kasus.
Setelahnya Thailand di urutan ketiga. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 1,64 persen. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 22.036 jiwa sedang untuk pekan sebelumnya tercatat 21.680 jiwa.
(Baca: Kematian karena Covid-19 Mingguan Indonesia Urutan Ke-6 di Asia)
Masih diurutan lima tertinggi negara lainnya adalah Singapura dengan jumlah kasus Omicron 17.181 kasus (naik 2,14%), jumlah kasus Omicron di Filipina naik 0,04 persen menjadi 12.134 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan Vietnam dengan jumlah kasus Omicron 4.791 kasus (angka ini tidak ada perubahan dari sebelumnya)
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 7,02 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,94 juta kasus.