GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 31.175 kasus per Sabtu, 24 Desember 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 88 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 1,81 persen.
(Baca: Jumlah Pasien Sembuh Harian Indonesia Urutan Ke-5 di Asia)
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 25.470 kasus.
Berikutnya adalah Thailand yang mencatatkan jumlah kasus Omicron 4,05 persen lebih tinggi dibandingkan pekan lalu. Sedangkan untuk data harian, jumlah kasus Omicron di negara ini naik 0,48 persen dibandingkan kemarin.
(Baca: Total Kematian Covid-19 Indonesia Urutan Ke-2 di Asia)
Kemudian, jumlah kasus Omicron di Singapura naik 3,24 persen menjadi 17.000 kasus dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di Filipina turun 0,04 persen menjadi 12.129 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan jumlah kasus Omicron di Vietnam naik 2,22 persen menjadi 4.791 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,96 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,87 juta kasus.