Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat rata-rata penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan di Jawa Timur sebesar 1,07 pasien, update data per Sabtu, 17 Desember 2022. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang saat ini sebesar 1,06 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
(Baca: BOR Aglomerasi Mingguan di Kota Payakumbuh Menjadi yang Tertinggi di Sumatera Barat (Jumat, 16 Desember 2022))
Kota kediri berada di urutan pertama dengan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan terbanyak sebesar 6,49 pasien per 100 ribu penduduk/minggu. Kondisi penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan di kota ini memperlihatkan ada kemajuan dengan adanya penurunan dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat 10,92 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
Sebaliknya untuk kota Madiun, data Kementerian Kesehatan memperlihatkan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan sebesar 2,8 pasien per 100 ribu penduduk/minggu. Angka ini lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang baru 11,78 pasien per 100 ribu penduduk/minggu. Di urutan berikutnya kota Blitar. Kota di provinsi Jawa Timur ini mencatatkan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan sebesar 2,76 pasien per 100 ribu penduduk/minggu
(Baca: Daftar Kabupaten/Kota dengan Cakupan Vaksinasi Lansia Tertinggi di Sumatera Utara (Kamis, 15 Desember 2022))
Blitar dan kota Pasuruan berada di posisi selanjutnya dengan catatan penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan sebesar 1,62 pasien per 100 ribu penduduk/minggu dan 1,47 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.
Secara nasional, rata-rata penggunaan rawat inap aglomerasi mingguan di 34 provinsi saat ini mulai terlihat turun dibandingkan kondisi seminggu yang lalu yang baru di angka 1,66 pasien per 100 ribu penduduk/minggu.