Indonesia membukukan ekspor dengan Sao Tome dan Principe US$ 1,62 juta data per Desember 2021. Nilai tersebut naik 18,04% dibandingkan ekspor tahun sebelumnya yang tercatat US$ 1,38 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Sao Tome dan Principe, ekspor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Tahun 2021 merupakan catatan sejarah dengan rekor nilai ekspor tertinggi.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diekspor ke Sao Tome dan Principe, 0,04 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk ekspor ke tempat ini, merupakan ekspor produk yang juga banyak diekspor ke negara lain yang jumlahnya tercatat ada tujuh produk.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diekspor Indonesia ke Sao Tome dan Principe. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Lemak dan minyak nabati atau minyak dan produk belahannya
Masuk dalam kode HS 15, Lemak dan minyak nabati atau minyak dan produk belahannya merupakan kelompok produk barang ekspor yang dikategorikan bersama dengan Lemak yang dapat dimakan dan satwa .. Ekspor produk ini ke Sao Tome dan Principe berada di urutan pertama. Dari negara ini, Indonesia mengekspor sebanyak US$ 1.086 ribu. Nilai ekspor Lemak dan minyak nabati atau minyak dan produk belahannya;Lemak yang dapat dimakan;satwa .. ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 1.020 ribu.
- Karet dan artikelnya
Karet dan artikelnya dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 40. Indonesia mengekspor sebanyak US$ 364 ribu.
- Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan..
Indonesia juga banyak mengekspor Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan.. ke Sao Tome dan Principe. Nilai ekspor produk ini sebanyak US$ 115 ribu. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 271 ribu. Ekspor Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan.. ke Sao Tome dan Principe tercatat berada di urutan 126. Selain negara tersebut, ekspor terbesar Sabun, agen aktif permukaan organik, persiapan cuci, persiapan pelumas, buatan.. dengan tujuan ke Malaysia, Cina, India, Filipina dan Thailand. Indonesia juga tercatat mengekspor produk ini ke 154 negara. .
- Bahan peledak
Ekspor produk lainnya adalah Bahan peledak senilai US$ 24 ribu. Nilai ekspor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 23 ribu. Selain Sao Tome dan Principe, Indonesia juga mengandalkan ekspor Bahan peledak ke Angola, Nigeria, Ghana, Mozambik dan Jepang. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengekspor produk ini ke 16 negara lainnya.
- Minyak esensial dan resinoid
Tujuan ekspor Indonesia untuk memasarkan produk ini mencapai 138 negara. Ekspor Minyak esensial dan resinoid ke negara ini berada di urutan 114. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan ekspor US$ 19 ribu. Negara lain yang masuk lima besar tujuan ekspor adalah Singapura, Thailand, Malaysia, Amerika Serikat dan India.