GISAID mencatat, perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 25.348 kasus per Jumat, 04 November 2022. Varian Omicron di Indonesia ini memiliki selisih 28 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Secara mingguan, kasus di Indonesia ini tumbuh 0,92 persen.
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Jumlah Spesimen Diperiksa Terbanyak (Rabu, 02 November 2022))
Dengan jumlah varian Omicron tersebut, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan pertama di Asia Tenggara. Negara dengan kasus Omicron tertinggi di Asia Tenggara masih ditempati Malaysia sebanyak 20.831 kasus.
Setelahnya Thailand di urutan ketiga. Dibandingkan pekan sebelumnya, jumlah kasus Omicron di negara ini tumbuh 1,17 persen. Jumlah jumlah kasus Omicron di negara ini dilaporkan sebanyak 18.442 jiwa sedang untuk pekan sebelumnya tercatat 18.228 jiwa.
(Baca: Jumlah Pasien Sembuh Harian Indonesia Urutan Ke-5 di Asia)
Masih diurutan lima tertinggi negara lainnya adalah Singapura dengan jumlah kasus Omicron 14.469 kasus (naik 2,58%), jumlah kasus Omicron di Filipina naik 20,08 persen menjadi 10.829 kasus dibandingkan pekan sebelumnya dan jumlah kasus Omicron di Vietnam naik 3,86 persen menjadi 4.197 kasus dibandingkan pekan sebelumnya
Adapun laporan GISAID menyebutkan, telah mendeteksi kasus Covid-19 Omicron di seluruh dunia dengan jumlah total mencapai 6,42 juta kasus. Jumlah varian Covid-19 tersebut naik dibandingkan pekan sebelumnya yang berjumlah 6,33 juta kasus.