Indonesia membukukan impor dengan Luksemburg US$ 16,99 juta data per Desember 2020. Nilai tersebut naik 14,18% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat US$ 14,88 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Luksemburg, impor dalam 10 tahun terakhir dalam tren naik. Terendah impor Indonesia adalah US$ 6,31 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 38,77 juta.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Luksemburg, 0,03 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada 0,04 ribu produk.
- Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler
Di urutan pertama, Indonesia banyak mengimpor Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler. Dalam klasifikasi tradmap, Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler masuk kategori produk HS dengan kode 84. Produk ini merupakan jenis barang impor yang dikelompokkan bersama dengan dan bagiannya
Pada 2020, Indonesia tercatat mengimpor senilai US$ 8.419 ribu. Nilai impor Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler;bagiannya ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 6.657 ribu.
- Besi dan baja
Di urutan kedua, impor Indonesia paling banyak adalah produk Besi dan baja. Nilai impor dari Luksemburg pada 2020 tercatat US$ 3.678 ribu. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 4.763 ribu.
- Artikel besi atau baja
Di urutan ke ketiga adalah Artikel besi atau baja dengan kode HS 73. Dari negara ini, Indonesia mengimpor sebanyak US$ 2.192 ribu. Impor Artikel besi atau baja dari Luksemburg tercatat berada di urutan 33. Selain negara tersebut, impor terbesar Artikel besi atau baja berasal dari Cina, Jepang, Korea, Republik, Singapura dan Jerman. Indonesia juga tercatat mengimpor produk ini dari 96 negara. .
- Wadding, Felt dan Nonwovens
Produk ini diperoleh dengan mendatangkannya dari 63 negara. Impor Wadding, Felt dan Nonwovens dari negara ini berada di urutan 16. Pada 2020, Indonesia tercatat melakukan impor senilai US$ 1.304 ribu. Selain negara tersebut, impor terbesar Wadding, Felt dan Nonwovens berasal dari Cina, Thailand, Korea, Republik, Vietnam dan Hong Kong, Cina.
- Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah..
Produk ini diperoleh dengan mendatangkannya dari 116 negara. Impor Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah.. dari negara ini berada di urutan 53. Pada 2020, Indonesia tercatat melakukan impor sebanyak US$ 405 ribu. Lima negara lain yang menjadi sumber impor Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah.. adalah Cina, Amerika Serikat, Jepang, Singapura dan Jerman.