Nilai Transaksi Ojek Online di Indonesia Diproyeksi Sebesar Rp124 Triliun pada 2022

Teknologi & Telekomunikasi
1
Cindy Mutia Annur 31/10/2022 16:50 WIB
Nilai Ekonomi Sektor Transportasi Online (2019-2025*)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Hasil riset Google, Temasek, dan Bain & Company melaporkan, nilai transaksi transportasi online, seperti layanan taksi dan ojek online, di Indonesia diramal sebesar US$8 miliar atau sekitar Rp124,84 triliun pada 2022 (kurs Rp15.606/US$).

Angka tersebut juga mencakup layanan pesan-antar makanan (food delivery), seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood.

Laporan bertajuk e-Conomy Southeast Asia 2022 menunjukkan, transaksi ojek online dan food delivery di Indonesia sebesar US$7 miliar tahun lalu. “Nilainya diprediksi meningkat 19% menjadi US$ 8 miliar tahun ini,” demikian dikutip dari laporan tersebut.

Pada 2019, transaksi ojek online dan food delivery di Indonesia hanya sebesar US$6 miliar. Nilai itu naik 9% hingga pencapaian 2021.

Adapun nilai transaksi transportasi online di Indonesia diproyeksikan bakal naik 22% dari 2022 menjadi US$15 miliar pada 2025.

Perlu diketahui, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan naik 22% secara tahunan (year on year/yoy) US$77 miliar pada tahun ini. E-commerce menjadi sektor pendorong utama, disusul oleh transportasi online, media online, dan travel online.

(Baca: Ini Sektor Ekonomi Digital RI yang Raih Pendanaan Terbesar Semester I-2022)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.