Jokowi: Berkat Hilirisasi dan Industrialisasi SDA, Ekspor Besi Baja 2021 Melesat Capai Rp306 T

Perdagangan
1
Viva Budy Kusnandar 16/08/2022 13:20 WIB
Nilai Ekspor Industri Logam Dasar (2021)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-77 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia mengatakan bahwa hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam (SDA) di Indonesia perlu terus didorong.

Pasalnya, hilirisasi dan industrialisasi dinilai efektif untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi di tengah krisis kesehatan Covid-19. Saat ini, perekonomian dunia belum sepenuhnya bangkit dan diperparah akibat perang di Ukraina yang berdampak terhadap krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan. Ada 107 negara yang terdampak krisis sebagian di antaranya diperkirakan jatuh bangkrut.

“Namun, di tengah tantangan yang berat, kita patut bersyukur, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krsisi global ini, “ ujar Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD RI, di Senayan, Jakarta (16/8/2022).

Masih menurut Jokowi, hilirisasi dan industrialisasi sumber daya harus terus dilakukan. Hilirisasi nikel misalnya, telah meningkatkan ekspor besi baja 18 kali lipat. Pada 2014, nilai ekspor besi baja hanya sekitar Rp16 triliun, tapi pada 2021 telah meningkat menjadi Rp306 triliun. Di akhir 2022, ditargertkan akan menjadi Rp440 triliun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) volume ekspor besi/baja Indonesia meningakt 49,5% menjadi 13,81 juta ton pada 2021 dibanding tahun sebelumnya. Demikian pula nilai ekspornya melonjak 90,05% menjadi US$ 21,49 miliar atau setara Rp306 triliun (dengan kurs Rp 14.278 per dolar Amerika Serikat) pada 2021 dibanding tahun sebelumnya.

Nilai ekspor besi/baja nasional tersebut porsinya mencapai 66,53% dari total nilai ekspor industri logam dasar senilai US$32,27 miliar pada tahun lalu.

Berikut ini volume ekspor industri logam dasar 2021:

Industri Logam Dasar: 16.012,18 ribu ton
Besi/Baja: 13.812,22 ribu ton
Tembaga: 348,73 ribu ton
Logam Dasar Mulia: 1,84 ribu ton
Timah: 75,54 ribu ton
Nikel: 166,33 ribu ton
Aluminum: 236,45 ribu ton
Logam Dasar Bukan Besi: 1.357,26 ribu ton

(Baca: Nilai Ekspor Besi dan Baja Nasional Melesat 90,26% pada 2021, Tiongkok Jadi Tujuan Terbesar)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.