IKLAN

Inflasi Makanan, Minuman, dan Tembakau Naik 3,59% pada Maret 2022

Tingkat Inflasi Tahunan Kategori Makanan, Minuman, dan Tembakau (November 2021-Maret 2022)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), 1 April 2022

katadata logo databoks logo
Disalin..
IKLAN

Penulis: Dzulfiqar Fathur Rahman

Editor: Adi Ahdiat

19/4/2022, 15.20 WIB

Indonesia mengalami lonjakan harga makanan, minuman dan tembakau pada Maret 2022.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS)indeks harga konsumen (IHK) kategori makanan, minuman, dan tembakau mengalami laju inflasi atau naik 3,59% (year on year/yoy) ke level 113,32 pada Maret 2022. Inflasi ini merupakan yang tertinggi setidaknya dalam lima bulan terakhir.

Menurut BPS, komoditas utama yang mendorong inflasi di kategori ini adalah kenaikan harga cabai merah, minyak goreng, telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, tempe, tahu mentah, daging ayam ras, daging sapi, bawang putih, rokok kretek filter, pepaya, dan gula pasir.

Meski demikian, BPS mencatat ada sejumlah komoditas pangan yang mengalami penurunan harga, yakni beras dan tomat.

Lonjakan harga makanan dan minuman di Indonesia memang umum terjadi setiap menjelang bulan Ramadan, di mana pola belanja masyarakat cenderung memuncak.

Namun, lonjakan harga pangan pada Maret 2022 juga terjadi di tengah situasi perang Rusia-Ukraina yang telah mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di tingkat global, salah satunya gandum.

Menurut catatan BPS, pada Maret 2022 harga gandum di pasar internasional naik 78,05% (yoy) ke US$486,3 per ton. Kemudian harga kedelai internasional naik 23,03% (yoy) ke US$720,6 per ton.

(Baca: Sambut Ramadan, Populix Ungkap Tempat Masyarakat Biasa Beli Makanan & Minuman Buka Puasa)

IKLAN