Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada empat kabupaten/kota dengan rerata vaksinasi mingguan di atas rata-rata di Sulawesi Tenggara yang saat ini tercatat 436,44 dosis data per Senin, 18 April 2022.
(Baca: Update Vaksinasi : Dosis 3 di Kota Pontianak Sudah 15,39% (Senin, 18 April 2022))
Rerata vaksinasi tiga kabupaten/kota teratas dengan angka di atas 1.000 dosis adalah Konawe Selatan, Konawe dan Kolaka dengan masing-masing nilai 905 dosis, 639 dosis dan 571 dosis.
Konawe Selatan mencatatkan rerata vaksinasi mingguan tertinggi di Sulawesi Tenggara dengan vaksinasi 905 dosis. Adapun pemakaian vaksin sampai dengan kemarin tercatat 273,81 ribu dosis. Dalam rekapitulasi data dashboard nasional, pencapaian vaksinasi lengkap di wilayah ini telah berada di angka 55,22 persen.
Menurut Kementerian Kesehatan, stok vaksin yang tersedia di kabupaten ini akan segera habis dalam 26 hari ke depan. Sisa hari pemakaian ini diperhitungkan dari sisa stok yang tercatat tinggal 23.582 dosis dan penggunaan vaksin merupakan yang tertinggi di Sulawesi Tenggara.
Menyusul Konawe dengan catatan vaksinasi 639 dosis. Stok vaksin yang tersedia saat ini adalah 31.858 dosis. Stok ini diperkirakan akan habis dalam 49 hari ke depan.
Di urutan selanjutnya adalah Kolaka dengan rerata vaksinasi mingguan 571 dosis kini untuk cakupan vaksinasi lengkap telah mencapai 72,53 persen, Buton dengan vaksinasi 546 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 55,75% dan Wakatobi dengan vaksinasi 326 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 54,59%
(Baca: Jumlah Penduduk yang Sudah Divaksin Dosis 1 di Kalimantan Utara Mencapai 519,35 ribu Jiwa)
Wilayah di luar Jawa dengan nilai rerata vaksinasi tertinggi beberapa di antaranya adalah Simalungun, Rokan Hulu dan Lampung Tengah dengan masing-masing rerata vaksinasi yakni 7.506 dosis, 6.305 dosis dan 6.083 dosis.
Meski penularan Covid-19 di sebagian wilayah telah turun, pemerintah mengimbau agar semua orang ikut mengurangi transmisi Covid-19 dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Tak berkerumun dan mengurangi mobilitas turut berkontribusi menekan laju penularan virus corona.