Serangan Malware Banyak Mengintai UMKM di Masa Pandemi

Teknologi & Telekomunikasi
1
Cindy Mutia Annur 23/10/2021 16:20 WIB
Jenis Serangan SIber yang Paling Banyak Dirasakan UMKM Selama Setahun Terakhir
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Perubahan pola hidup selama pandemi Covid-19 telah memicu para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mengalihkan bisnisnya ke teknologi supaya bisa bertahan hidup. Namun, riset Cisco bertajuk “Cybersecurity for SMBs: Asia Pacific Businesses Prepare for Digital Defense” menunjukkan bahwa 56% UMKM mengalami insiden kejahatan siber dalam satu tahun terakhir.

Tercatat, serangan malware merupakan jenis serangan siber yang paling banyak dirasakan UMKM. Persentasenya mencapai 85%.

Sementara itu, sebanyak 75% UMKM mengalami serangan phising. Lalu, 68% UMKM mengalami DNS tunneling.

Sebanyak 64% UMKM mengalami serangan penolakan layanan. Ada pula UMKM yang mengalami injeksi SQL (62%), penyadapan data lewat man-in-the-middle attack (61%), dan serangan zero day exploxit (60%).

Adapun riset ini dilakukan terhadap lebih dari 3.700 UMKM di 14 wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Pengumpulan data dilakukan pada April hingga Juli 2021.

(Baca: Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp 3,88 Triliun, Apa Saja Bentuknya?)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.