Kawasan Ini Miliki Pengguna Uang Seluler Terbanyak di Dunia pada 2020

Kawasan dengan Pengguna Uang Seluler (Mobile Money) Terbanyak (2020)

Sumber : Global System for Mobile Communications Association (GSMA),

Disalin..

Penulis: Monavia Ayu Rizaty

Editor: Dimas Jarot Bayu

9/9/2021, 11.00 WIB

Berdasarkan laporan Global System for Mobile Communications Association (GSMA), Afrika Sub-Sahara menjadi kawasan dengan pengguna uang seluler (mobile money) terbanyak di dunia pada 2020. Jumlah pengguna yang teregister mencapai 548 juta orang.

Sementara, pengguna aktif uang seluler di kawasan tersebut mencapai 159 juta orang. Transaksi uang seluler di kawasan Afrika sub-Sahara pun tercatat hingga US$ 490 miliar atau setara Rp 6.990 triliun (kurs Rp 14.266/US$).

Kawasan Asia Selatan menyusul di posisi kedua dengan jumlah pengguna uang seluler teregister sebesar 305 juta orang dan pengguna aktif 66 juta orang pada 2020. Transaksi uang seluler di kawasan ini sebesar US$ 131 miliar atau setara Rp 1.868,9 triliun.

Kawasan dengan pengguna uang seluler terbesar berikutnya adalah Asia Timur dan Pasifik. Jumlah pengguna teregister sebanyak 243 juta orang dan pengguna aktif sebanyak 52 juta orang. Transaksi uang seluler di kawasan tersebut sebanyak US$ 111 miliar atau setara Rp 1.584 triliun.

Uang seluler merupakan sarana transaksi yang dilakukan melalui perangkat seluler, alih-alih dengan uang tunai, kartu debit atau kredit, dan cek. Uang seluler menjadi sangat umum digunakan oleh negara-negara yang masyarakatnya belum banyak memiliki rekening bank, seperti di Afrika dan Asia.

Uang seluler memudahkan masyarakat untuk membayar kebutuhan rumah tangga, mulai dari tagihan listrik hingga belanja kebutuhan sehari-hari tanpa perlu memiliki rekening di bank. Pertumbuhan uang seluler yang semakin tinggi telah menarik beberapa organisasi untuk melakukan pendanaan, seperti dilakukan Bill & Melinda Gates Foundation dan the Mercy Corps.

(Baca: ShopeePay Jadi E-Wallet Paling Favorit Konsumen untuk Kejar Promo)

data terkait