IKLAN

Daftar 15 Kampus Terbaik Versi Ditjen Dikti

15 Perguruan Tinggi dalam Klaster 1 (2020)

Sumber : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2020

katadata logo databoks logo
Disalin..
IKLAN

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Dimas Jarot Bayu

10/6/2021, 11.00 WIB

Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi kampus terbaik versi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2020. Posisi tersebut diraih IPB karena mendapatkan penilaian sebesar 3.648 dari empat indikator penilaian, yakni input, output, proses, dan outcome.

Selain itu, IPB memimpin di indikator proses, output, dan outcome. Dari ketiga indikator tersebut, skor yang diraih IPB berturut-turut sebesar 3.757, 3.554, dan 3.427.

Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul dengan skor masing-masing sebesar 3.414 dan 3.315. Kampus terbaik selanjutnya adalah Universitas Airlangga (Unair) dengan skor 3.299 dan Institut Teknologi Bandung (ITB) 3.275.

(Baca: Skor Pembangunan Berkelanjutan ITS Terbaik di Indonesia)

Kelima kampus tersebut masuk dalam klaster 1 bersama 10 perguruan tinggi lainnya. Ditjen Dikti Kemendikbud mengelompokkan ribuan perguruan tinggi yang ada di Indonesia dalam empat klaster, mulai dari 1 hingga 5. Klasterisasi tersebut dilakukan sesuai dengan level perkembangan masing-masing perguruan tinggi.

Adapun, indikator input menyumbang bobot 20% dalam penilaian Ditjen Dikti Kemendikbud. Indikator tersebut terdiri dari persentase dosen berpendidikan S3, dosen jabatan lektor kepala dan guru besar, rasio mahasiswa terhadap dosen, jumlah mahasiswa asing, serta jumlah dosen bekerja sebagai praktisi di industri minimal enam bulan.

Indikator proses menyumbangkan 25% yang terdiri dari penilaian akreditasi universitas dan program studi, kerjasama perguruan tinggi, pembelajaran daring, pelaksanaan Kampus Merdeka, dan kelengkapan laporan. Indikator output yang juga berkontribusi sebesar 25% terdiri dari penilaian jumlah artikel ilmiah, kinerja penelitian, kinerja kemahasiswaan, serta jumlah prodi bersertifikasi internasional.

Sedangkan, indikator outcome memiliki bobot 30%. Indikator ini meliputi penilaian kinerja inovasi, jumlah lulusan yang memperoleh kerja dalam waktu enam bulan, jumlah nilai sitasi per dosen, dan kinerja pengabdian masyarakat.

IKLAN

data terkait