Isolasi Diri Mempengaruhi Psikologi Masyarakat

1
Yosepha Pusparisa 24/04/2020 15:45 WIB
Image Loader
Memuat...
Dampak Psikologis Isolasi Mandiri
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Pandemi Covid-19 telah berpengaruh terhadap kejiwaan seseorang akibat mengisolasi diri. Dua dari lima orang atau 43% responden mengaku tak sabar untuk kembali ke kehidupan normal. Selain itu, tak sedikit pula yang cemas akan kondisi kesehatannya (34%).

Isolasi membuat banyak orang mendambakan interaksi sosial. Emosi yang campur aduk dapat mencerminkan bagaimana terisolasinya orang-orang. Tingkat isolasi berbanding lurus dengan dampak psikis yang dialami seseorang. Ketidakpastian seperti saat ini dapat menjadi sumber kegelisahan, seperti dilansir dari Ipsos.

Ipsos melakukan survei hampir 14.000 orang di 15 negara besar. Beberapa negara tersebut adalah Australia, Kanada, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Tiongkok, dan India.

(Baca: Berapa Jumlah Penduduk Dunia yang Wajib Mematuhi “Lockdown”?)

Editor : Safrezi Fitra

Data Pasar

Macro update by
15 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.828 -0.14
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...