Ekonomi Papua TW I 2019 Mengalami Kontraksi Terdalam Sepanjang 29 Triwulan 

Penulis: Viva Budy Kusnandar

Editor: Hari Widowati

9/5/2019, 11.14 WIB

Ekonomi Papua triwulan I tahun ini mengalami kontraksi -20,13% (YoY), terdalam sepanjang 29 triwulan terakhir. Penyebabnya adalah penurunan produksi tambang PT Freeport Indonesia.

Perekonomian Papua triwulan I 2019 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 43,59 triliun sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 31,14 triliun.

Baca selengkapnya

Ekonomi Papua triwulan I tahun ini mengalami kontraksi -20,13% dibandingkan dengan triwulan I 2018 (YoY). Ini merupakan kontraksi terdalam sejak triwulan I 2012 atau sepanjang 29 triwulan terakhir akibat penurunan produksi tambang PT Freeport Indonesia. Kontraksi ini dipicu oleh hampir semua lapangan usaha. Yang terbesar dari lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang anjlok 55,96%. Sedangkan dari sisi pengeluaran, kontraksi terbesar disebabkan oleh komponen ekspor luar negeri yang merosot 63,62%.

Jika dibandingkan dengan triwulan IV 2018, ekonomi Papua juga mengalami kontraksi -13,62%. Pertumbuhan ekonomi negatif tersebut disumbang oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar -25,04%. Di sisi pengeluaran, pendorongnya adalah kontraksi sebesar -37,48% pada komponen ekspor luar negeri.

(Baca Databoks: Berapa Kontribusi Freeport Terhadap Ekonomi Indonesia?)

Tampilkan minimal

Pertumbuhan Ekonomi Papua YoY (TW I 2010-TW I 2019)

 
  • Sumber

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Rilis

    Badan Pusat Statistik (BPS) 5 Mei 2019

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya